Cacat Saat Bekerja, Pekerja di VDNI Dibekali Tangan Palsu oleh BPJAMSOSTEK

SULTRAKINI.COM: KENDARI – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJAMSOSTEK) Cabang Sulawesi Tenggara (Sultra) melakukan penyerahan tangan palsu kepada peserta yang mengalami cacat anatomis akibat kecelakaan kerja di Kantor BPJAMSOSTEK Cabang, Kamis (11/02/2021).

Kegiatan penyerahan tangan palsu ini merupakan salah satu program BPJAMSOSTEK yaitu Return To Work. Return to Work merupakan program pendampingan yang dilakukan BPJAMSOSTEK kepada pekerja yang mengalami kecelakaan kerja selama masa penyembuhan, pemasangan alat ganti tubuh, sampai dengan pekerja dapat bekerja kembali.

Penyerahan tangan palsu ini diberikan kepada Gugun Asdiawan karyawan atau pekerja di PT. Virtue Dragon Nickel Industri (VDNI) yang mengalami cacat Anatomis akibat kecelakaan kerja. Cacat anatomis yang dimaksud adalah hilangnya salah satu anggota tubuh sehingga membutuhkan alat ganti tubuh untuk membantu peserta tersebut bergerak dan melakukan aktivitasnya.

“Saya bersyukur dengan adanya program Return to Work ini, karena saya bisa tetap bekerja dan menafkahi keluarga saya,” ungkap Gugun.

BPJAMSOSTEK mencatat sampai dengan bulan Februari 2021, sudah ada 6 pasien yang menerima manfaat Return to Work dari BPJAMSOSTEK, diantaranya La Ode Siswanto, Gugun Asdiawan, dan Lasri dari PT. Virtue Dragon Nickel Industri, Lapadu dari PT. Obsidian Stainless Steel, Dirham dari Sumatera Mining Investama, serta Hadi Kurniawan dari PT. Gihon Matista.

Kantor Bulog Raha

Kepala BPJAMSOSTEK Cabang Sultra, Muhyiddin Dj mengatakan ada beberapa hal yang perlu diperhatikan perusahaan agar pekerjanya bisa mendapatkan manfaat Return to Work apabila mengalami kecelakaan pada saat bekerja yaitu, perusahaan harus terdaftar dan menjadi peserta BPJAMSOSTEK, perusahaan tertib membayar iuran, dan perusahaan tidak menunggak iuran.

“Program Return to Work ini adalah bentuk perluasan manfaat dari Jaminan Kecelakaan Kerja, dimana BPJAMSOSTEK memfasilitasi pekerja dan perusahaannya agar pekerja tidak kehilangan mata pencaharian penghasilannya dan perusahaan tidak kehilangan karyawannya serta karyawannya dapat tetap produktif,” ungkap Muhyiddin, Kamis (10/2/2021).

Kata dia, esensi program Return to Work ini adalah agar pekerja yang mengalami cacat anatomis tetap dapat bekerja dan menghidupi keluarganya.

“Artinya dengan begini akan mencegah timbulnya kemiskinan baru, meski mengalami musibah, tapi tetap bisa dapat bekerja, meski itu tidak seperti awalnya,” tutupnya.

Laporan: Hasrul Tamrin

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.