SULTRAKINI.COM: KENDARI - Muhamad Yusuf (40), seorang pria yang sehari-hari berkerja sebagai pemulung besi tua di pasar Baruga, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra) mendadak menjadi perbincangan masyarakat. Bagaimana tidak, tiga buah benda hasil memulungnya itu ternyata granat yang diduga masih aktif, Rabu (3/1/2018), sekirar pukul 15.30 Wita.

Cari Besi Tua, Pemulung di Kendari Malah Pulang Bawa Granat
Penemuan tiga buah granat yang diduga masih aktif oleh seorang pemulung di Kelurahan Baruga, Kecamatan Baruga, Kota Kendari, Rabu (3/1/2018). (Foto: Wayan Sukanta/SULTRAKINI.COM)

Yusuf mengaku, benda tersebut diperolehnya dari salah seorang warga yang tidak diketahui idenditasnya itu ketika sedang mencari barang bekas di Desa Amoito, Kecamatan Ranomeeto Barat, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), sekira pukul 16.00 Wita.

"Saat itu saya sedang berkeliling cari besi bekas dengan menggunakan sepeda motor. Ada seorang warga yang saya tidak tahu namanya menawarkan tiga buah benda dan sebuah peluru dengan harga Rp 2.000 per kilogram. Setelah saya kembali di tempat penampungan barang bekas di pasar Baruga, saya memberitahu soal tiga benda tadi kepada pemilik penampungan. Namun karena dicurigai ini adalah bom, ibu Maya langsung menelpon polisi untuk memberitahu temuan ini,"jelas Yusuf kepada SultraKini.Com, Rabu (3/1/2018).

Kepolisian yang tiba di tempat penampungan besi tersebut, langsung memasang garis polisi dan menjauhkan warga dari sekitar lokasi. 

Kapolres Kendari, AKBP Jemi Junaedi mengatakan setelah mengamankan granat jenis nanas tersebut, selanjutnya  diserahkan ke pihak TNI.

"Granat itu merupakan bagian dari produk TNI, sehingga kami serahkan ke mereka untuk ditindaklanjuti. Tadi kita hanya mengamankan lokasi dan mengidentifikasi temuan granat tersebut melalui unit jinak Bom Brimob Polda Sultra," ujar Jemi saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Rabu (3/1/2018).


Laporan: Wayan Sukanta

Tanggapan Anda?

Facebook Conversations