Desember 2020 Kendari Inflasi 0,45 Persen, Ini Penyebabnya

SULTRAKINI.COM: KENDARI – Berdasarkan hasil pemantauan Badan Pusat Statistik Provinsi Sulawesi Tenggara, inflasi terjadi di Kota Kendari pada Desember 2020 sebesar 0,45 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) 105,28.

Statistisi Ahli Madya selaku Koordinator Fungsi Statistik Distribusi BPS Sultra, Surianti Toar, mengatakan inflasi di Kota Kendari disebabkan oleh naiknya indeks harga pada kelompok transportasi 1,27 persen; kelompok makanan, minuman, dan tembakau 0,72 persen; kelompok pakaian dan alas kaki 0,49 persen.

“Disusul oleh kelompok kesehatan 0,18 persen; kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga 0,1 persen; serta kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan 0,01 persen,” kata Surianti, Senin (4/1/2021).

Beberapa subkelompok yang mempengaruhi inflasi terbesar pada Desember 2020 adalah sebagai berikut.

  1. Kelompok makanan, minuman, dan tembakau tercatat inflasi 0,45 persen atau terjadi kenaikkan indeks dari 106,23 pada November 2020 menjadi 106,99 pada Desember 2020. Adapun subkelompok yang menyebabkan inflasi, yaitu subkelompok makanan 0,99 persen dan
    subkelompok rokok dan tembakau 0,16 persen.

“Kelompok ini pada Desember 2020 memberikan sumbangan inflasi sebesar 0,23 persen. Komoditas yang dominan memberikan sumbangan inflasi, antara lain ikan layang/ikan benggol 0,05 persen, ikan bandeng/ikan bolu, telur ayam ras, ikan teri serta ikan kembung/ikan gembung/ikan banyar/ikan gembolo/ikan aso-aso masing-masing sebesar 0,04 persen,” jelasnya.

  1. Kelompok pakaian dan alas kaki, tercatat inflasi sebesar 0,49 persen atau terjadi kenaikkan indeks dari 102,69 pada November 2020 menjadi 103,19 pada Desember 2020. Subkelompok alas kaki tercatat inflasi sebesar 2,26 persen. Sedangkan subkelompok pakaian tidak mengalami perubahan/relatif stabil.

Kelompok ini pada Desember 2020 memberikan inflasi sebesar 0,03 persen yang disebabkan oleh komoditas sandal kulit wanita dan sepatu anak masing-masing sebesar 0,02 persen.

  1. Kelompok perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga inflasi sebesar 0,10 persen atau terjadi kenaikkan indeks dari 104,52 pada November 2020 menjadi 104,62 pada Desember 2020.

Dua subkelompok tercatat inflasi, yaitu subkelompok barang pecah belah dan peralatan makan minum 1,49 persen dan subkelompok peralatan rumah tangga 0,02 persen.

“Komoditas yang memberikan sumbangan inflasi, yaitu panci 0,01 persen, pengharum cucian/pelembut 0,003 persen, pembasmi nyamuk elektrik, piring, pembasmi nyamuk bakar, dan sabun detergen bubuk/cair masing-masing 0,001 persen,” terangnya.

  1. Kelompok kesehatan inflasi sebesar 0,18 persen atau terjadi kenaikkan indeks dari 108,29 pada November 2020 menjadi 108,48 pada Desember 2020. Satu subkelompok tercatat inflasi, yaitu subkelompok obat-obatan dan produk kesehatan sebesar 0,32 persen.

Kelompok ini pada Desember 2020 memberikan inflasi sebesar 0,004 persen dari komoditas vitamin 0,003 persen, obat batuk dan obat sakit kepala masing-masing sebesar 0,0003 persen.

  1. Kelompok transportasi inflasi sebesar 1,27 persen atau terjadi kenaikkan indeks dari 105,85 pada November 2020 menjadi 107,19 pada Desember 2020.

Subkelompok yang mengalami inflasi, yaitu subkelompok jasa angkutan penumpang 3,41 persen dan subkelompok pembelian kendaraan 0,06 persen. Secara keseluruhan kelompok ini pada Desember 2020 memberikan inflasi sebesar 0,19 persen dari komoditas angkutan udara 0,20 persen dan komoditas sepeda 0,002 persen.

  1. Kemlompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan mengalami inflasi sebesar 0,01 persen atau terjadi kenaikkan indeks dari 97,69 pada November 2020 menjadi 97,70 pada Desember 2020.

Satu subkelompok mengalami inflasi, yaitu subkelompok peralatan informasi dan komunikasi sebesar 0,04 persen, sedangkan subkelompok layanan informasi dan komunikasi serta subkelompok
jasa keuangan tidak mengalami perubahan/relatif stabil.

“Secara keseluruhan, kelompok ini memberikan sumbangan/andil inflasi sebesar 0,001 persen yang disumbang oleh komoditas printer sebesar 0,001 persen,” tambahnya.

Sementara itu, kelompok yang mengalami deflasi, yaitu kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya 0,08 persen dan kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya 0,05 persen.

Sedangkan kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga; kelompok pendidikan; serta kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran tidak mengalami perubahan/relatif stabil. (B)

Laporan: Wa Rifin
Editor: Sarini Ido

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.