Dinas TPHP Muna Salurkan 75 Ton Benih Jagung untuk 5.000 Ha Lahan Petani

SULTRAKINI.COM: MUNA – Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (TPHP) Kabupaten Muna menyalurkan bantuan bibit jagung sebanyak 75 ton kepada 200 kelompok tani atau sekitar 7.000 Ha lahan petani yang ada di 18 kecamatan di Kabupaten Muna, Senin (4 Mei 2020).

Kepala Dinas TPHP Muna, La Ode Anwar Agigi, mengatakan bantuan tersebut merupakan penyaluran perdana bibit jagung, untuk gerakan percepatan tanam jagung ditengah menghadapi covid-19 yang belum ditahu kapan berakhirnya, sehingga perlu ada siapkan ketahanan pangan.

“Kegiatan ini merupakan pengembangan tanaman jagung, program Kementerian Pertanian bersama Pemda Muna. Muna menjadi salah satu yang mendapatkan batuan bibit jagung karena merupakan ploting pengembangan jagung nasional,” kata Anwar kepada Sultrakini.Com, Senin (4/5/2020).

Dia menambahkan, jagung yang akan dikembangkan di Muna sekitar 7.000 Ha lebih untuk tahun anggaran 2020.

Dia menyampikan rasa terima kasih kepada Kementerian Pertanian dan Kepala Dinas Pertanian Sultra serta kepala Balai Pengawasan dan Verifikasi Benih (BPVB) Sultra, yang telah memberikan dukungan perkembangan pertanian di Muna.

Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultra Dinas TPHP Muna, Armada, menyatakan karena bibit yang disalurkan sudah diverifikasi dengan pengujian, maka secara teknis melalui BPVB Sultra, benih ini akan didistrbusi di 18 kecamatan sesuai dengan CPCL yang masuk di tahun 2020.

“Bantuan bibit di tahun 2020 yang bersumber dari dana APBN melalui dana Kementrian Pertanian sebanyak 110 ton, dengan rasio bibit perhektar 15 Kg. Ini benihnya dari surabaya, varietas petras 1, sesuai dengan permintaan masyarakat, dan hasil pengalaman yang lain, bahwa hasilnya mencapai 12 ton perhetar,” terangnya.

Dari data Dinas TPHP Muna, di tahap awal untuk pendistribusian bibit musim tanam Apri-Mei 2020, fokus pada lahan 5.000 Ha dari lahan yang sudah diverifikasi seluas 7.000 Ha lebih.

“Bibit yang disalurkan di awal perdana untuk luas lahan 5.000 Ha sebanyak 75 ton secara berangsur dan sisanya di musim tanam bulan Oktober untuk lahan 2.365 Ha sekitar 45 ton,” ungkapnya.

“Hasil produksi dari bibit ini, sesuai dengan rekomendasi, sekitar 12 ton per hektar, ini juga kalau dengan perlakuan satu paket dengan anjuran. Akan tetapi kebiasaan kita di Muna, memakai varietas bisi, hasil produksinya 5 sampai 7 ton per hektar,” tambahnya.

Dia menguraikan, bila potensi hasil 5.000 Ha, maka paling rendah menghasilkan 25 ribu ton jagung dengan proyeksi panen, diperkirakan tiga bulan kedepan atau 89 hari, berarti pada Agustus dan September.

Guna melakukan pengawasan, Perwakilan Dinas Pertanian Sultra UPT Balai Pengawasan dan Sertifikasi Benih Tanaman Pangan, Harim, turun langsung di lapangan.

“Saya bertugas memastikan benih dalam penyalurannya, sesuai dengan apa yang diinginkan petani, tepat varietasnya, tepat waktu tanamnya, daya tumbuhnya, sehingga tidak merugikan petani,” ucap Harim.

Laporan : LM Nur Alim

beras pokea

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.