Festival Pesona Budaya Tua Buton

Dituding Potong Honor Perangkat, Ini Jawaban Lurah Raha II

SULTRAKINI.COM: MUNA – Lurah Raha II, Helmia, geram karena ditudingan melakukan pemotongan honor para perangkat kelurahan sebesar Rp 100 ribu. Informasi itu diduga disebarkan oleh warganya sendiri atas nama Rasni di Lingkungan I, Jalan S. Sukowati.

Tak inginkan informasi itu berkembang liar di tengah warga, Helmia pun mengklarifikasinya kepada SultraKini.Com. Dia mengatakan terpukul dan tak habis pikir jika ada warganya yang sampai tega melakukan hal itu.

Ia mengaku sejak menjabat sebagai Lurah Raha II, setiap penerimaan honor perangkat kelurahan yang berjumlah 12 orang sama sekali tidak pernah melalui dirinya karena diberikan langsung oleh Camat Katobu yang disaksikan bersama.

“Saya sesalkan kenapa warga saya tidak konfirmasi langsung ke saya, ini kantor selalu terbuka, kan tidak baik kalau informasi yang tidak benar sampai dikosumsi warga apalagi menyangkut uang,” jelas Helmia yang turut dibenarkan oleh sejumlah perangkat kelurahan yang hadir, Rabu (12/6/2019).

Helmia menambahkan, memang terjadi pengurangan besaran penerimaan honor yang diterima perangkat kelurahan yakni dari Rp 200 ribu menjadi Rp 140 ribu, namun hal itu berdasarkan SK karena dibagi rata kepada para pengurus masjid setempat.

“Terjadi pengurangan karena penerimaan honor dibagi rata dengan pengurus mesjid yang sudah tertuang dalam SK, keputusan itu bukan dari saya karena saya cuma melanjutkan apalagi sampai mau potong hak perangkat saya kan kasian sudah kecil mau dipotong lagi,” ujarnya.

Meski kejadian itu berdampak pada merusak nama baiknya, namun Helmia mengaku tidak mempersoalkan dan sudah memaafkan warganya tersebut.

“Saya sebenarnya tidak permasalahkan hanya saja ini soal nama baik saya sebagai lurah disini (Raha II), saya juga sudah memaafkan dia (Rasni), saya hanya menunggu etikat baiknya untuk meminta maaf atas pernyataannya yang tidak benar,” tutupnya.

Dikesempatan yang sama, Kepala Lingkungan I Raha II, Hamim Garing, mengatakan jika warganya Rasni sebenarnya keliru menerima informasi adanya pengurangan honor yang diterima perangkat kelurahan yang langsung menuding Lurah Raha II melakukan pemotongan honor.

“Memang saat itu Rasni bertanya ke saya soal honor perangkat kelurahan, saya jawab awalnya honor kami terima dari Rp 200 ribu menjadi Rp 150 ribu, tapi adanya pengurangan karena dibagi rata dengan pengurus mesjid bukan lurah yang potong,” jelasnya.

Laporan: Arto Rasyid
Editor: Habiruddin Daeng

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.