Iklan Clarion

Karetaker KNPI Muna dan Bombana Buktikan Kapabilitas dalam Tiga Bulan

SULTRAKINI.COM: KENDARI – Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia Provinsi Sulawesi Tenggara, Umar Bonte, menunjuk tiga kadernya menjadi Ketua Harian KNPI Sultra, karetaker Ketua KNPI Muna dan Ketua KNPI Bombana. Mereka adalah Munawir, Zuhdi Mulkian (Muna), dan Ardianto (Bombana).

Penyerahan Surat Keputusan yang ditandatangani Umar Bonte sebagai ketua umum dan Andi Tenri sebagai sekretaris itu, dilakukan di Hotel Clarion Kendari, Minggu (28/1/2018) malam, sekitar pukul 21.00 Wita. Disaksikan sejumlah pengurus KNPI Sultra yang sempat hadir.

UB (sapaan akrab Umar Bonte) menjelaskan, ketua harian ditunjuk untuk menjalankan roda organisasi di saat Ketua Umum tidak berada di luar daerah atau sedang berhalangan. Dia berharap kepengurusan tetap aktif setiap saat. Munawir dipercaya mampu memimpin organisasi karena merupakan salah satu kader terbaik di KNPI. Apalagi UB sedang bersiap maju sebagai Ketua KNPI pusat.

Mengenai penunjukkan karetaker KNPI di Muna dan Bombana, dilakukan agar organisasi kepemudaan itu aktif kembali. Tugas utama adalah mempersiapkan Musyawarah Daerah (Musda) dalam tenggat waktu tiga bulan. Ini juga berfungsi sebagai pembuktian kapabilitas para karetaker.

“Di berbagai daerah kita mempersiapkan kader terbaik untuk mengawal KNPI. Yang baru kita berikan SK ini, yang Ketua Muna ini adalah mantan presiden mahasiswa. Sedangkan Bombana ini kader yang saya kenal baik, ketemunya di masjid dulu ini,” kata UB sembari berkelakar.

KNPI juga telah mempersiapkan calon karetaker di beberapa daerah yang masa kepengurusan sudah akan berakhir, maupun daerah yang tidak aktif lagi. Diantaranya Kota Kendari, Konawe Utara, Buton Selatan maupun Buton Utara.

” Saya sebagai ketua harian, tentu akan berupaya menjalankan organisasi dengan tetap berkoordinasi dengan ketua umum,” ujar Munawir usai penyerahan SK.

Zuhdi Mulkian berjanji, sebelum tiga bulan sudah mempersiapkan kepengurusan definitif di Muna. “Kita berhenti diskusi, sudahi perdebatan sah atau tidak sah, tidak usah menjawab polemik. Sekarang saatnya pembuktian kapabilitas, mana KNPI yang benar-benar mampu berbuat. Paguyuban saja dipersilahkan oleh pemerintah, apalagi komite pemuda,” ujarnya.

Sementara itu, Ardianto mengaku sudah berkoordinasi dengan Pemda setempat, termasuk kepolisian dan mendapat respon positif. Dia menjamin tidak ada konflik terkait polemik kepengurusan KNPI. “Saya juga sudah berkoordinasi dengan kepengurusan KNPI sebelumnya,” ungkapnya.

Karetaker KNPI Muna ditunjuk berdasarkan SK nomor Kep.025/DPD KNPI-Sultra/I/2018, dengan susunan Ketua Zuhdi Mulkian, Ketua Harian La Ode Herlan, Sekretaris Hayun Bensar, dan Bendahara Wa Ode Desy Saera.

Sedangkan Karetaker Bombana sesuai SK nomor Kep.028/DPD KNPI-Sultra/I/2018, dengan Ketua Ardianto, Ketua Harian Arwin Malik, Sekretaris Basmin, dan Bendahara Darmawaty Ali.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.