Kisah Seorang Ibu Penjual BBM Eceran, Selalu Patuhi Prokes Covid-19

SULTRAKINI.COM: KENDARI – Hadirnya Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) di Indonesia sejak awal tahun 2020 telah mengubah seluruh aspek kehidupan manusia dari berbagai sektor. Utamanya wajib terus mematuhi dan menerapkan Protokol Kesehatan (Prokes) sesuai arahan Pemerintah guna memutus rantai wabah yang dikenal dengan sebutan lain Corona itu.

Kewajiban mematuhi protokol kesehatan seperti menggunakan masker itu seolah kini menjadi suatu kebiasaan. Kemana-mana harus pakai masker. Hal inilah yang selalu dilakoni oleh salah satu warga di Kota Kendari yang berprofesi sebagai penjual Bahan Bakar Minyak (BBM) eceran.

Dimasa pandemi Covid-19 untuk tetap menggerakan perekonomian dan masyarakat bisa bekerja diluar rumah, akhirnya pemerintah menerapkan New Normal yakni melakukan aktifitas namun tetap sesuai Prokes. 

Penerapan Prokes tersebut sangat diterapkan oleh Ibu Wa Piliha, seorang penjual Bahan Bakar Minyak (BBM) eceran dipinggir jalan yang beralamat di Jln. H.E. Mokodompit Kendari.

Masker kain salalu Ia gunakan sepanjang hari saat berjual, meskipun diajak bercerita maskernya tetap melekat di hidung tanpa dilepas sedikitpun.

“Iya tetap pake masker karena ada corona (Covid-19) dan patuh anjuran pemerintah,” ujar Wa Halima, Selasa (18/5/2021) saat ditemuai ditempat jualannya.

Setiap hari beliau selalu mengunjungi kios kecilnya untuk memajang botol-botol yang berisikan BBM satu liter dan dijualkan Rp10 ribu rupiah perbotolnya.

Meski pendapatannya dibilang kecil Rp250 ribu perhari namun selalu mensyukuri, setidaknya Ia tidak bekerja lagi di tempat orang lain.

“Dulu saya jaga anak kecil,” kata Ibu yang berusia 58 tahun itu sambil tersenyum.

Ia mengaku dimasa jadi karyawan orang lain yag disebut dengan baby sister, jasanya dihargai dengan gaji Rp1.200.000 perbulan, dan menurutnya gaji itu sudah sangat cukup besar.

Namun Covid-19 kini menyebar di Kota Kendari Sulawesi Tenggara diawal tahun 2020 semuanya jadi berubah. Tatanan kehidupan semua mengutamakan kesehatan. 

Mama Iwan sapaan akrabnya kini keluar dari pekerjaannya atas pilihannya sendiri dan memutuskan untuk selalu bersama anaknya dan menjadi penjual BBM eceran dalam masa terus meningkatnya kasus baru positif Corona di Sultra.

Ibu Wa Piliha hanya memiliki seorang putra yang di berinama Irwansyah. Kini anaknya tumbuh dewasa dan sudah menyandang geras sarjana tingkat satu disalah satu Universitas Negeri di Sultra.

“Anak saya sudah tumbuh dewasa dan telah lulusan kuliah S1, alhamdulilah dia sangat pintar dan mandiri,” ujarnya

Ia bercerita bahwa dirinya telah menjadi singer parents sejak anak nya masih balita.

“Anakku baru menginjak usia tiga tahun bapaknya telah meninggal dunia, jadi saya hidup berdua saja,” tambahnya.

Tanpa patah semangat demi biaya hidup bersama anak Ia tetap bekerja hingga anaknya sukses jadi sarjana.

“Alhamdulilah ini juga rezeki, sekarang kami tinggal dikos-kosan perbulan itu harganya Rp300 ribu,” pungkasnya.

Disisi lain Ibu Wa Piliha selalu merasa bersyukur telah dianugerahi satu orang anak yang pintar dan mandiri serta mengerti kondisi keluarga. (B)

Laporan: Wa Rifin
Editor: Hasrul Tamrin

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.