Iklan Clarion

Konsep Tumpal Daerah Menangkan Sayembara Tenun dan Batik Tolaki

SULTRAKINI.COM: KENDARI – Sayembara Tenun dan Batik Khas Tolaki, dimenangkan Usman Adhy Toria. Meski bukan seorang desainer, dia telah mengalahkan lima andidat lainnya di ajang yang diselenggarakan Dewan Kerajinan Tangan dan Kesenian Daerah (Dekranasda) Kota Kendari.

Konsep kemenangan Usman, mengangkat motif batik dengan lukisan tiga setrip yang berjajar atau tumpal daerah. Ide itu berdasarkan pertimbangan ragamnya hias daerah kearifan lokal, dalam artian multi tradisional.

“Saya fokuskan dan namanya tidak ubah multi Tolaki. Walaupun ada kemiripan dengan daerah lain, tapi ada sesuatu keunikan yang tidak dimiliki oleh daerah lain, itu yang menonjol,” kata Usman di ruang pola kantor Wali Kota Kendari, Senin (12/3/2018).

Usman Adhy Toria adalah kolektor yang menghasilkan banyak desain tenunan dan batik. “Saya bukan desainer profesional, cuman sekedar pemerhati tenun, sedikit peduli sama perkembangan motif dengan adanya lomba ini coba ikut, Alhamdulilah beberapa contoh sampel yang dibuat, satu yang terpilih,” tambahnya.

Ketua Panitia Sayembara Tenun dan Batik Khas Tolaki, Sasriati menjelaskan syembara bertajuk seminar desain motif kain tenun dan batik Tolaki tersebut, dalam rangka “Event Culture Lulo”. Awalnya pendaftar sebanyak 13 orang. Belakangan yang mengumpulkan berkas pendaftaran dan hasil desain tenunan dan batik hanya sepuluh orang. Seleksi dewan juri akhirnya menyisahkan enam orang.

“Setelah dilakukan pemeriksaan, ada enam motif tenun dan batik yang masuk nominasi,” ucap Sasriati saat ditemui di ruang sayembara, Senin (12/3/208).

Keenam orang tersebut, mengikuti tahapan seleksi untuk menentukan sang juara. Karya mereka dinilia oleh sejumlah tokoh adat, masyarakat, dan akademisi. Disayembara ini, Dekranasda hanya mengangkat empat motif dari banyaknya motif Tolaki, yakni Pineta Ulumbaku, Pinetobo, Pinetari Wadi, dan Pine Ona-ona.

“Mengangkat satu motif itu tidak bisa kita mengira-ngira, butuh penelusuran karena setiap desain motif kain tenun dan batik memiliki makna tersendiri,” jelas Sasriati.

 

Laporan: Hasrul Tamrin

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.