Panpel: Tak Benar Biaya Hidup KKN Mahasiswa Kita Ambil

SULTRAKINI.COM: KOLAKA – Dugaan penyalahgunaan biaya hidup atau Living Cost Kuliah Kerja Nyata V Universitas Sembilanbelas November (USN) Kolaka, mengundang reaksi dari pihak panitia penyelenggara.

Ketua Penyelenggara KKN V USN Kolaka, Musnajam, mengaku biaya hidup bagi mahasiswa KKN angkatan V di Kabupaten Kolaka Utara itu, tetap akan dibagian ke dalam tiga tahap sesuai aturan di tahun sebelumnya, yakni tahap pertama 20 hari (hari pertama), 10 hari (minggu ketiga), dan tahap ketiga 10 hari dengan alasan minggu terakhir ini dirangkaian juga monitoring dan evaluasi kegiatan mahasiswa.

“Kenapa seperti itu, karena pemberian dana living cost terakhir kami akan bagikan sekaligus kami dari panpel akan rangkaikan dengan monitoring kegiatan mahasiswa di lapangan,” ujar Musnajam, Jumat (7/9/2018).

Menurutnya, berkembangnya isu miring tersebut akibat miskomunikasi dan oknum yang intervensi. “Saya rasa mahasiswa saya. Kaum yang intelek dapat memahami itu, yang jelas pada dasarnya tidak mungkinlah dana living cost itu kita ambil, untuk apa juga,” kata Musnajam kepada SultraKini.Com.

Hal ini juga diyakinkan Bendahara Panitia Pelaksana KKA V USN Kolaka, Murtian. Dia mengaku, tak ada hambatan dalam pembagian dana living cost tersebut. “Kemarin tahap kedua hanya setengah diberikan, karena akan diberikan lagi pada tahap ketiga, yaitu 10 hari terakhir sebelum penarikan,” terang Murtian.

Biaya living cost dibebankan mahasiswa KKN senilai RpRp850 ribu per orang. Dalam kegiatan ini, dikuti 1.060 mahasiswa yang tersebar di sembilan kecamatan atau 77 desa di Kabupaten Kolaka Utara, yakni Kecamatan Kodeoha, Tiwu, Ngapa, Watunohu, Pakue, Pakue Tengah, Pakue Utara, Batu Putih, dan Kecamatan Tolala. Mereka secara resmi dilepas oleh Rektor USN Kolaka, Azhari pada Kamis, 9 Agustus 2018.

(Baca juga: Ribut-ribut Biaya KKN USN Kolaka yang Katanya Mahal)

Laporan: Zulfikar
Editor: Sarini Ido

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.