Pembangunan Jalan Lambat, Dinas PU Konkep Kena Teguran

SULTRAKINI.COM: KONAWE KEPULAUAN – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Konawe Kepulauan (Konkep), Amran menyayangkan pembangunan yang tidak kunjung kelar di daerahnya. Hal itu diungkapkanya sebab pengaspalan ruas jalan yang menghubungkan Desa Bangun Mekar dan Desa Noko, Kecamatan Wawonii Utara dan Wawonii Timur Laut, Kabupaten Konkep tidak kunjung tuntas.

“Kami sangat menyayangkan atas pembangunan jalan yang menghubungkan dua kecamatan itu, masyarakat dirugikan, kok pembangunan tersebut belum juga selesai,” ujarnya di Langara, Rabu (14/11/2018).

Menurutnya, seharusnya pembangunan jalan tersebut selesai dengan masa kontrak per 23 Oktober 2018 oleh PT Raja Karya Alam Utama melalui dana DAU dan telah menghabiskan anggaran lebih dari Rp6 miliar.

“Pekerjaan tersebut sama-sama dimulai dengan pembangunan ruas jalan yang menghubungkan Mata Bubu dan Bangun Mekar, sementara pekerjaan itu sudah selesai, loh apa bedanya, yang membedakan nilai kontraknya saja,” tambahnya.

Terkait hal itu, DPRD Konkep telah memberikan teguran terhadap instansi terkait, seperti Dinas PU setempat.

yamaha

“Kami sudah memberikan teguran kepada dinas terkait hal ini. Karena kalau menyeberang tahun, proyek tersebut akan KDP (Kontruksi Dalam Pengerjaan), nah ini yang dirugikan masyarakat,” ucapnya.

Amran juga menegaskan atas sikap pemerintah daerah memilih rekanan pihak ketiga dalam hal ini kontraktor pelaksana pekerjaan. Kata dia, jika Pemda tidak jelih melihat siapa rekanan pihak ketiga, rusaklah pembangunan di daerah tersebut.

“Jangan kita cari mafia proyek yang hanya datang mencari di daerah kita. Pemda harus jelih melihat, siapa dan bagaimana cara kerja pihak ketiga ini yang bakal mendapatkan pekerjaan. Kasihan jika kita tidak jelih melihat siapa rekanan atau pihak ketiga, itu sama halnya kita tidak mampu membangun, sebab kita sudah melihat fakta yang ada, banyak pembangunan tidak beres,” terangnya.

“Katanya putra daerah, ayo membangun jangan gagal membangun,” tandasnya.

Laporan: Aldi Dermawan
Editor: Sarini Ido

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.