Festival Pesona Budaya Tua Buton

Rusman Emba Diundang jadi Narasumber Kongres Nasional Transmigrasi 2019

SULTRAKINI.COM: MUNA – Bupati Muna, LM. Rusman Emba diundang oleh Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (PDTT) sebagai Narasumber tokoh pemerhati transmigrasi pada kegiatan Kongres Nasional Transmigrasi Tahun 2019, yang mengusung tema “Restorasi Transmigrasi 4.0 untuk mewujudkan SDM mandiri dan sejahtera”.

Kegiatan tersebut dalam rangka menindaklanjuti Peraturan Presiden Nomor 50 Tahun 2018 tentang Koordinasi dan Integrasi Penyelenggaraan Transmigrasi, Evaluasi Penyelenggaraan Transmigrasi RPJMN 2015-2019 dan Penyusunan Arah Kebijakan Penyelenggaraan Transmigrasi RPJMN 2020-2024.

Kegiatan yang akan digelar di Grha Sabha Pramana Universitas Gadjah Mada Yogyakarta pada (17/9/2019) itu, rencananya dibuka langsung oleh Presiden Republik Indonesia, Bapak Ir. H. Joko Widodo, dan dihadiri sekitar 1.500 undangan yakni kementerian/lembaga terkait, gubernur, bupati, kepala dinas provinsi dan kabupaten yang membidangi transmigrasi, Komisi V DPR RI dan mahasiswa serta partisipan dari perguruan tinggi.

Salah seorang Staf Distransnaker Muna, Aswin, mengatakan adanya perhatian khusus dari Kementerian Desa PDTT kepada Pemkab Muna itu tentunya tidak terlepas dari peran serta Kepala Distransnaker Muna, Fadjruddin Wunanto, dalam keberhasilannya melaksanakan program pemerintah yang diamanatkan ke daerah baik itu dana tugas pembantuan maupun DAK Afirmasi di lokasi kawasan Muna Timur Raya (Mutiara).

“Program pemerintah dalam memajukan kawasan mutiara sudah di depan mata, dimana sudah masuk dalam RPJMN 2020-2024. Beberapa hal yang membuat kawasan mutiara bisa cepat berkembang karena telah ditetapkan sebagai kawasan transmigrasi,” jelas Aswin kepada SultraKini.Com, Rabu (4/9/2019).

Beberapa hal yang membuat kawasan mutiara dapat berkembang cepat yakni berdasarkan Keputusan Menteri Desa PDTT RI Nomor 104 Tahun 2017 Tanggal 03 Nopember 2017, usulan Bupati Muna kepada Menteri Desa, PDTT dan Gubernur Provinsi Sulawesi Tenggara tentang Usulan Penetapan Kawasan Transmigrasi Nomor 475.1/74 tanggal 23 Januari 2017.

SK Bupati Muna tentang Wilayah Perencanaan Calon Kawasan Transmigrasi Nomor 22 Tahun 2017 Tanggal 4 Januari 2017, Rekomendasi Gubernur Provinsi Sulawesi Tenggara untuk Usulan Penetapan Kawasan Transmigrasi Nomor 475.1/2288 Tanggal 13 Maret 2017 serta SK Bupati Muna Nomor 228 Tahun 2019 Tanggal 13 Juni 2019 tentang Penetapan Ruas Jalan Desa Strategis di Kawasan Mutiara. Dilihat dari tahun pengusulan Pembangunan Kawasan Mutiara pada tahun 2017.

“Berarti sejak awal dilantiknya bapak Rusman Emba sebagai Bupati Muna pada tahun 2016 bersama Kadistransnaker serta tenaga kerja dan OPD terkait sudah benar-benar memikirkan untuk pembangunan Kawasan Mutiara,” ungkap Aswin.

Pembangunan kawan Mutiara Muna, lanjut Aswin, harus berlanjut hingga lima tahun yang akan datang, diantaranya kawasan perkotaan baru di Wakorumba akan dibangun, mulai dari jalan desa strategis yang menghubungkan antar kawasan.

Jalan penghubung antar SKP A Maligano menuju ke SKP B Batukara, SKP B Batukara menuju KPB Wakorumba Selatan serta KPB Wakorumba Selatan menuju SKPC Pasikolaga dan Pasir Putih. Tak kalah pentingnya pula pembangunan infrastruktur fasilitas umum gedung-gedung perkantoran, rumah sakit, gedung pendidikan, terminal, dan pasar.

Sebab Pembangunan Transmigrasi saat ini bukan lagi hanya memindahkan masyarakat dari satu daerah ke daerah lain, melainkan menjadikan kawasan transmigrasi menjadi daerah cepat tumbuh dan pusat pertumbuhan baru.

“Semangat membangun yang diperlihatkan oleh Bapak Bupati L.M. Rusman Emba, ST bersama masyarakat di Kabupaten Muna sangat diapresiasi oleh pemerintah pusat,” tutupnya.

Laporan: Arto Rasyid
Editor: Habiruddin Daeng

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.