SULTRAKINI.COM:BALANTAK UTARA - Kain Tenun Nambo yang belum lama unjuk gigi di New York Fashion 2017 sukses membius ribuan wisatawan dalam dan luar negeri. Bertempat di Balantak Utara Kabupaten Banggai, Sabtu (29/10), kain tersebut menjadi bintang utama di Festival Pulo Dua dalam pertunjukan Fashion Show Tenun Nambo 2017.
Sukses di New York, Tenun Nambo Hebohkan Festival Pulo Dua di Banggai
Sukses di New York, Tenun Nambo Hebohkan Festival Pulo Dua di Banggai

Pariwisata yang didalamnya terdapat ekonomi kreatif, saat ini telah ditetapkan Presiden Jokowi sebagai salah satu leading sector. Upaya mempromosikan Tenun Nambo yang menjadi andalan Kabupaten Banggai harus dimaksimalkan menjadi go internasional. Sehingga memacu pengambangan produk lokal, kata Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara Esthy, Sabtu (29/10).

Potensi Tenun Nambo akan menjadi daya tarik tersendiri selain keindahan wisata bahari di Kabupaten Banggai. Tidak hanya itu, jika dikelola dan dipromosikan dengan baik serta dijaga kualitasnya, tentunya akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pembangunan sektor pariwisata.

Kain Tenun Nambo menjadi salah satu warisan budaya daerah yang akan dikenal di dunia. Kualitas tenuntnya dijaga agar tidak mudah luntur. Nantinya akan memberi sumbangsih nyata bagi peningkatan jumlah kunjungan wisatawan yang berdampak kepada pertumbuhan ekonomi melalui sektor pariwisata di Kabupaten Banggai, ucap Esthy.

Sementara Itu, Gubernur Sulawesi Tengah Longki Djanggola mengapresiasi gelaran Festival Pulo Dua yang baru pertama kali digelar. Menurutnya, setelah presiden Joko Widodo menetapkan Kabupaten Banggai sebagai Kabupaten yang memiliki pertumbuhan ekonomi tertinggi sebesar 37 persen dari sumber alam gas. Sektor pariwisata juga sudah mulai dilirik.

“Saya sudah mencanangkan kembakitan pariwisata di Sulawesi Tengah itu sejak dua tahun saat GMT di Palu. Wisaman yang datang mencapai 7 ribu disana. Banggai jangan terlena dengan sumber alam yang dua pulutahun akan habis. Mulai saat ini harus disiasati, pariwisata dijadikan leading sector,” ucap Longki.

Longki juga mengangkat dua jempol terhadap Kabupaten Banggai yang mulai mempromosikan Pulau Dua melalui potensi wisata bahari dari Dua dengan konsep kegiatan B3M (Berenang, Menyelam, Memancing dan Mendaki).

“Memang salah satu tantangan saat ini jarak antara Luwuk dan Pulo Dua ini terlalu jauh. Kami terus berbenah. Terkait akses jalan, tahun depan akan ditetapkan menjadi jalan khusus provinsi, setaraf jalan nasional, sehingga jarak tempuh akan semakin singkat dan para turis tidak lelah. Juga mulai di persiapkan akses laut menggunakan speed boat dari Luwuk ke Pulo Dua,” katanya.

Bupati Banggai Herwin Yatim juga seirama dengan Gubernur Sulteng, menurutnya tahun depan tahun kabupaten banggai akan membuat 5 even tahunan seperti  Festival Tidoto, Mendaki gunung, Festival Teluk Lalong. Festival Pulau Dua dan Festival Telur Maleo.

“Dengan ke lima event tersebut, tentunya akan memberi sumbangsih nyata bagi peningkatan jumlah kunjungn wisatawan yang berdampak kepada pertumbuhan ekonomi melalui sektor pariwisata di Kabupaten Banggai. Serta membangun kecintaan dan kebanggaan terhadap dunia bahari Indonesia Khususnya Provinsi Sulawesi Tengah,” ucapnya.

Festival Pulo Dua ang dilangsungkan selama tiga hari dari tanggal 27 hingga 29 Oktober ini, selain menyuguhkan pemandangan alam yang menakjubkan, pengunjung juga dihibur dengan berbagai macam atraksi dan lomba yang digelar seperti Lomba Mancing Hebat, Lomba Foto Under Water, Lomba Foto Selfie, serta berbagai hiburan rakyat yang akan disuguhkan  oleh panitia pelaksana BTB (Banggai Tourism Board) Kab. Banggai dan Pemerintah Kab Banggai serta disupport penuh oleh Kementerian Pariwisata.

Menteri Pariwisata Arief Yahya juga mengapresiasi komitmen Kabupaten Banggai untuk menggelar even-even pariwisata didaerahnya. Pria asal Banyuwangi itu menyebut setiap event harus memiliki tematik sehingga dapat mempengaruhi orang untuk datang ke tempat itu.

Menpar Arief juga memberikan resep penganggaran kegiatan berbagai macam even harus dipersiapkan jauh-jauh hari dan tanggalnya harus sudah tetap.

Disetiap even harus 50 persen dihabiskan untuk pre event, 30 persen untuk on-event dan 20 persen post event. "Artinya anggaran promosi harus lebih banyak, jangan sampai sudah maksimal, tidak ada yang tahu kegiatan ini," tandasnya.


Kemenpar RI

Tanggapan Anda?

Facebook Conversations