UHO Teliti Model Ketahanan Pangan 10 Desa di Morosi

SULTRAKINI.COM: Empat peneliti Universitas Halu Oleo melakukan penelitian Model Ketahanan Komuniti Petani dan Dampaknya Terhadap Keberlanjutan Pembangunan Pertanian di Sekitar Kawasan Pertambangan dan Industri di Sulawesi Tenggara.

Penelitian berlangsung di sepuluh desa di Kecamatan Morosi Sulawesi Tenggara dari bulan Oktober 2020, dengan tim peneliti terdiri Iskandar. SP. M.Si. Ph.D (Ketua), Prof. Dr. Ir. H. R. Marsuki Iswandi; Dr. Ir. Anas Nikoyan. M.S; Dr. Ir. La Nalefo. M.Si

Menurut Iskandar, penelitian bertujuan menemukan dan menganalisis model ketahanan komunit petani di sekitar pertambangan dan industri di Sulawesi Tenggara.

“Penelitian ini sangat urgen karena terdapat banyak informasi dan hasil penelitian yang melaporkan bahwa masyarakat sekitar kegiatan industri merasa terganggu atau menerima dampak negatif seperti terjadi konflik sosial, pencemaran, kebisingan, polusi dan kesehatan lingkunan,” jelas Iskandar kepada SultraKini.com.

Menurutnya, kondisi ini akan mengancam kehidupan matapencaharian masyarakat khususnya bagi petani, dan kesejahteraan lingkungan mereka terganggu. Mereka harus memiliki kapasiti, daya adaptasi, strategi, aksi dalam menghadapi perubahan, sehingga dengan kajian ini, komuniti petani dapat menemukan sebuah model ketahanan komuniti petani di sekitar Kawasan indutri pertambangan, selain itu mengetahui dimensi-dimensi ketahanan komuniti yang memberikan dampak terhadap kebelanjutan pembangunan pertanian.

Penelitian ini akan mendukung dan merealisasikan visi misi dari Renstra Universitas Halu Oleo 2020-2024 dengan tujuan strategisnya adalah peningkatan kualitas penelitian dan pengembangan serta turut meningkatkan jumlah dan mutu penelitian unggulan berbasis kemaritiman dan perdesaan yang berorientasi publikasi pada jurnal nasional terakreditasi dan jurnal internasional bereputasi.  

Iskandar menjelaskan, ada lima dimensi utama dalam membangun ketahanan petani yang sudah tervalidasi dengan menggunakan analisis SMART-PLS model yaitu dimensi ekonomi, dimensi lingkungan, dimensi modal sosial, dimensi kompetensi petani dan dimensi infromasi dan komunkasi. Model ini dapat di menjadi rujukan bagi stakeholder dalam mendesain program pemberdayaan dan kesejahteraan masyarakat (pemerintah, perusahaan dan lembaga). ***

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.