Iklan Clarion

Wajah Kota Kendari di 2019 Berbasis Digital

SULTRAKINI.COM: KENDARI – Setahun sudah kepemimpinan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Kendari, Adriatma Dwi Putra-Sulkarnain. Evaluasi pun dilakukan untuk mengukur tingkat pembangunan daerah dari segala aspek. Ini dianggap penting, demi impian menjadikan Kota Kendari sebagaimana visi misi pasangan kepala daerah itu di periode 2017-2022.

Kota layak huni berbasis ekologi, informasi, dan teknologi. Begitulah target wajah Kota Kendari. Untuk mewujudkannya, Pemerintah Kota memfokuskan anggaran daerah pada aspek pelayanan berbasis digital, infrastruktur, dan peningkatan kesehatan pada 2019.

[ Klik Banner untuk ke Halaman Registrasi ]

Infrastruktur

Sektor infrastruktur di 2019 difokuskan pada pembangunan jalan dan drainase, sebagai upaya mencegah dan menanggulangi banjir yang menghantui ibu kota Sulawesi Tenggara ini. Khusus pembangunan drainase, optimalisasi akan dilakukan di beberapa ruas kecamatan.

“Infrastruktur menjadi perhatian serius kita di 2019, utamanya masalah banjir, itu akan menjadi fokus. Termasuk jalan juga tetap kita fokuskan. Tapi paling utama itu masalah kali-kali yang ada di Kota Kendari yang menjadi permasalahan utama banjir,” ucap Pelaksana Tugas Wali Kota Kendari, Sulkarnain di Kantor Wali Kota Kendari, Jumat (2/11/2018).

Kesehatan

Peningkatan sektor kesehatan tidak luput dari Pemkot Kendari. Beberapa puskesmas dari 15 puskesmas di Kota Kendari tengah direnovasi, dua di antaranya Puskesmas Lepo-lepo dan Puskesmas Nambo. Bahan satu puskesmas akan dibangun di 2019, letaknya di Kecamatan Kadia, Lorong Jati.

“Beberapa puskesmas kita saat ini sedang dalam perbaikan. Termasuk satu puskesmas baru akan dibangun 2019,” jelas Kepala Dinas Kesehatan Kota Kendari, Rahminingrum kepada SultraKini.Com, Kamis (8/11/2018).

Di sektor ini pula akan diterapkan pola pelayanan berbasis digital dengan harapan memudahkan masyarakat dalam mengakses dan mendapatkan informasi kesehatan di Kota Kendari.

“Secara internal puskesmas, tengah mempersiapkan dirinya agar masyarakat tidak lagi dibebankan dengan hal-hal yang sifatnya administratif. Jadi sistem itu nantinya, ketika masyarakat sudah pernah melakukan mendaftar atau rujukan, sekali itu saja melakukan pendaftaran,” tambah Sulkarnain.

Tim khusus dari pihak puskesmas dan rumah sakit dibentuk. Misalnya, jika masyarakat pernah melakukan pemeriksaan kesehatan pada salah satu puskesmas, untuk pemeriksaan kesehatan selanjutnya pihak yang bersangkutan tidak perlu lagi menyiapkan administrasi. Apakah nanti basisnya berbentuk NIK atau nomor telepon dan itu akan langsung diintegrasikan langsung dengan BPJS kesehatan.

“Harapan kita tidak ada lagi masyarakat yang ditolak oleh pihak puskesmas karena hanya urusan administrasi,” sambung Sulkarnain.

Peningkatan sektor kesehatan juga dilakukan dengan penambahan jumlah ambulans di 2019. Baru-baru ini Pemkot menyerahkan 11 ambulans ke sejumlah puskesmas. Empat ambulans akan ditambah pada tahun mendatang. Satu di antaranya merupakan ambulans baru yang memiliki fasilitas kesehatan lengkap.

“Sekarang kan masyarakat pinjam ambulans masih bingung, syukur-syukur dia mengenal kepala puskesmas atau rumah sakit, yang kita harapkan tidak begitu, jadi melalui penambahan itu bisa lebih maksimal pelayanan kita pada masyarakat,” jelas Sul panggilan ankrab Sulkarnain.

Ruang Publik

Kawasan Taman Kota (Tamkot) Kendari dianggap cukup padat untuk wahana atau sarana olahraga di Kota Kendari. Untuk itu, dipandang perlu ada sarana baru sebagai sarana olahraga maupun wahana wisata. Makanya itu, kawasan tambat labuh sebagai sarana baru dibuka 2019.

“Tambat labuh itu kita akan buka nanti, kita harapkan itu bisa menjadi kawasan baru space publik yang menjadi tempat kunjungan baru masyarakat Kendari, karena selama ini numpuk di taman kota. Di sana nanti kita sediakan beberapa sarana, seperti outdoor, bermain anak, dan tempat-tempat kuliner,” lanjutnya.

Berbasis Digital

Pelayanan berbasis digital dianggap solusi mempermudah pelayanan masyarakat. Bahkan dianggap bisa menambah Pendapatan Asli Daerah (PAD), di antaranya, portal pengaduan masyarakat berbasis online, penerapan E-SPPD, pengisian BBM, sampai alat perekam transaksi keuangan untuk hotel, restoran dan tempat hiburan malam.

Portal pengaduan masyarakat berbasis E-Humas menjadi sarana baru bagi masyarakat menyampaikan keluhannya atas pelayanan dari Pemkot mau pun lainnya.

(Baca: E-Humas, Aduan Online Masyarakat Kendari Era Milenial (link)

Laporan: Hasrul Tamrin
Editor: Sarini Ido

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.