BKD Mubar masih Minim Terima Berkas Pelamar CPNS

  • Bagikan
Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Muna Barat, Rosmasari Laute.(Foto:Akhir Sanjaya/SULTRAKINI.COM)
Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Muna Barat, Rosmasari Laute.(Foto:Akhir Sanjaya/SULTRAKINI.COM)

SULTRAKINI.COM: MUNA BARAT – Pendaftaran Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2018 menyisakan waktu enam hari lagi, ini juga berlaku di Kabupaten Muna Barat, Sulawesi Tenggara. Namun jumlah berkas masuk di Badan Kepegawaian dan Diklat Mubar terbilang sedikit.

Kepala BKD Mubar, Rosmasari Laute, mengatakan tahapan seleksi CPNS ditetapkan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN RB), pengumuman penerimaan CPNS 2018 dilakukan sejak 19 September melalui portal terintegrasi di https://sscn.bkn.go.id, pengumpulan berkas sejak 28 September sampai 15 Oktober mendatang.

“Hingga Senin (8/10/2018), sebanyak 1.500 pelamar telah berhasil memilih formasi CPNS di Mubar. Namun jumlah tersebut diperkirakan terus bertambah. Sementara pelamar CPNS yang telah menyerahkan berkas lamaran fisik ke BKD Mubar sekitar 36 berkas. Berkas tersebut juga diserahkan melalui pihak PT Pos Indonesia Cabang Kambara,” jelas Rosmasari, Senin (8/10/2018).

PT Pos dilibatkan setelah kerja sama di antara keduanya terjalin untuk kelancaran pengiriman berkas pelamar.

(Baca: Pemda Mubar: Pengiriman Berkas Pelamar CPNS Melalui Kantor Pos)

Ia mengimbau kepada pelamar lebih teliti sebelum mengirimkan berkas pendaftaran CPNS. Salah satunya, teliti membaca persyaratan pendaftaran.

“Kalau kita terima di sini (BKD) takutnya berkas mereka tercecer, karena jangan sampai pada saat dia serahkan berkasnya dia kira pegawai di sini ternyata orang lain. Lebih fatalnya kalau sesama mereka yang mau tes, bisa jadi dia sembunyi itu berkas karena dia pikir ini saingan. Kesempatan itu hanya satu kali,” jelas Rosmasari kepada SultraKini.Com.

Baca:   2,5 Juta CPNS Lolos Administrasi akan Tes di 873 Tempat

Pemkab Mubar membuka kuota formasi CPNS 361 terdiri dari 148 tenaga pendidikan, 153 tenaga kesehatan, dan 60 tenaga teknis.

Laporan: Akhir Sanjaya
Editor: Sarini Ido

  • Bagikan