Fakultas Fisip UHO Bentuk Kampung Binaan Literasi Media, Kelurahan Lapulu Jadi Sasarannya

  • Bagikan
Penandatanganan kerja sama kampung binaan literasi media antara pihak Fisip UHO dengan Pemerintah Kelurahan Lapulu, Kota Kendari. (Foto: Riswan/SULTRAKINI.COM)

SULTRAKINI.COM: KENDARI – Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Halu Oleo memilih Kelurahan Lapulu sebagai kampung binaan literasi media. Sebagai bentuk keseriusannya, pihak Fisip bersama Pemerintah Kelurahan Lapulu menandatangani kerja sama yang dilakukan langsung La Tarifu selaku Dekan Fakultas, Rabu (14/7/2021).

Kampung binaan literasi media Fisip UHO akan direalisasikan oleh dosen bersama 50 orang mahasiswa Jurusan Jurnalistik. Sejumlah program kerja juga akan disusul pihaknya yang pastinya tidak terlepas dari pengembangan wawasan masyarakat di era digitalisasi, khususnya di Kelurahan Lapulu.

Wilayah ini sengaja dipilih sebagaimana visi misi UHO ingin mengembangkan, memajukan daerah-daerah pesisir dan perdesaan di Provinsi Sulawesi Tenggara.

“Sebelum menyusun program kerja, kita akan melihat lebih dekat profil Kelurahan Lapulu, sehingga kita betul-betul menyusun program kerja yang bisa dibutuhkan masyarakat di sini. Dosen dan mahasiswa Fisip ke depannya akan berbagi pengalaman, pengetahuan kemudian dapat ditransfer ke masyarakat,” jelasnya.

La Tarifu juga berharap, agenda tersebut terus berlanjut sehingga terjadi perubahan positif bagi masyarakat di Kelurahan Lapulu berkat program kampung binaan literasi media.

Ditambahkan Ketua Jurusan Jurnalistik, Marsia Sumule, program kampung binaan di Kelurahan Lapulu ini nantinya tidak terlepas dari upaya pihaknya memberikan pemahaman, menambah pengetahuan serta wawasan masyarakat untuk memanfaatkan media digital, utamanya media sosial yang mengarah pada peningkatan kesejahteraan masyarakat setempat.

Baca:   Rumah Terduga Pelaku Spesialis Pencuri Elektronik di Kepung Warga

“Pelatihan-pelatihan kepada masyarakat sangat penting agar mereka cakap digital karena cakap digital itu tidak hanya mereka mampu menggunakan alat-alat digitalisasi komunikasi dan informasi, tetapi mereka memiliki sebuah kebijaksanaan dalam menggunakan media digital maupun media sosial,” ucap Marsia. (C)

Laporan: Riswan
Editor: Sarini Ido

  • Bagikan