Lantik Kades, Bupati Kolaka Ingatkan Pelayanan Masyarakat Bukan di Rumah

  • Bagikan
Bupati Kolaka, Ahmad Safei melantik 21 kepala desa terpilih di Pondopo Rujab Bupati Kolaka, Senin (28/1/2019). (Foto: Dok.SULTRAKINI.COM)
Bupati Kolaka, Ahmad Safei melantik 21 kepala desa terpilih di Pondopo Rujab Bupati Kolaka, Senin (28/1/2019). (Foto: Dok.SULTRAKINI.COM)

SULTRAKINI.COM: KOLAKABupati Kolaka, Ahmad Safei melantik 19 kepala desa terpilih dan dua kades Pengganti Antar Waktu (PAW) di Pendopo Rumah Jabatan Bupati, Senin (28/1/2019).

Proses pelantikan para kepala desa disaksikan langsung kepala SKPD lingkup Pemda Kolaka, Polres Kolaka, Kejari Kolaka, dan Dandim 1412 Kolaka.

Dari total pejabat yang dilantik, sepuluh di antaranya menggeser incumbent.

Berikut daftar kades dan PAW kades yang dilantik bupati Kolaka.
– Kades Lambopini, Rahman;
– Kades Ulu Kalo, Nasruddin;
– Kades Lasiroku, Nasrullah;
– Kades Tamborasi, Sapruddin;
– Kades Langgomali, Sahiruddin;
– Kades Malaha, Tajuddin;
– Kades Latuo, Sarifah Hafisah;
– Kades Tamboli, Jamaluddin (PAW);
– Kades Meura, Irwan (PAW);
– Kades Unamendaa, Sabtiar Gajang;
– Kades Towua, Basman;
– Kades Puubunga, Sutaji;
– Kades Palewai, Basir J;
– Kades Tanggetada, M. Kunir;
– Kades Rahanggada, I Ketut Dana;
– Kades Popalia, Yusran;
– Kades Tondowolio, Asmudin;
– Kades Lalonggolosua, Nukdin;
– Kades Tanggeau, Susanto;
– Kades Plasma Jaya, Remasin;
– Kades Lakito, Sukirman.

Ahmad Safei dalam sambutannya mengatakan, para pejabat yang dilantik segera menjalankan roda pemerintahan secara profesional, mengedepankan kepentingan masyarakat dalam hal pelayanan dan masalah pemerintahan.

Baca:   Polisi Ungkap Peredaran Narkotika Di Kolaka, Satu Pria Diamankan

“Saya tidak ingin lagi ada perangkat desa yang semuanya orang terdekat kades, mulai dari sekertaris adiknya, bendahara istrinya, ini yang tidak benar, ini juga saya ingatkan BPMD evaluasinya, kalau ada lagi yang seperti ini berhentikan saja kepala desa yang seperti itu,” ucapnya.

“Pemberian pelayanan pemerintahan itu di kantor desa bukan di rumah. Semua buku-buku administrasi desa dibawa ke kantor, dan jangan pak desa yang pegang, fungsikan perangkat desa. Saya harapkan pelayanan di desa bisa dimaksimalkan, kepentingan masyarakat yang diutamakan,” sambungnya.

Laporan : Zulfikar
Editor: Sarini Ido

  • Bagikan