PDAM Kolaka Tingkatkan Kualitas Air dan Perpipaan, Keluhan Warga Segera Ditangani di 2023

  • Bagikan
Direktur PDAM Kabupaten Kolaka, Ruslan. (Foto: Ist)

SULTRAKINI.COM: KOLAKA – Sejumlah permasalahan pelayanan air bersih di Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara terus menjadi perhatian Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM). Misalnya pelanggan yang mengeluhkan air keruh dan kurang efektifnya pengairan air.

Menurut Direktur PDAM Kabupaten Kolaka, Ruslan, sumber persediaan air bersih berasal dari Kea-kea dan Sakuli. Seiring waktu, lingkungan di dua wilayah ini mengalami perubahan yang turut mempengaruhi kualitas air. Salah satunya warga sekitar mulai berkebun di pegunungan dan bukit di sekitar sumber air tersebut.

loker wartawan sultrakini

“Jadi biar hujan sedikit kelihatan keruh airnya, itulah salah satu permasalahannya, namun sudah kami tangani dengan BKSDA,” ujarnya, Rabu (18 Januari 2023).

Sementara masalah kurang lancarnya air mengalir ke rumah-rumah warga disebabkan oleh kebocoran pipa.

Ruslan menjelaskan, pipa air PDAM yang melewati jalan nasional terkadang mengalami kebocoran. Untuk memperbaikinya perlu waktu dan peralatan pendukung dikarenakan usia pipa sudah sangat lama.

“Kalau diperbaiki (pipa PDAM) harus meminta izin ke balai jalan dan menyewa excavator. Pipa-pipa penyaluran air di dalam kota kini berusia 30 tahun, Jalan Pramuka yang dulu satu jalur kini dua jalur. Di antara kekurangan itu, kami terus pengecekan dan perbaikan 1X24 jam pelayanan terkait keluhan itu,” ucapnya.

Baca:   Progres Pembangunan Buteng Di Mata Safei Kahar dan La Bakry

Sejauh ini, cabang pelayanan air bersih PDAM Kolaka tersebar di lima kecamatan, yaitu Wolo, Tamboli, Pomalaa, Baula, dan Wundulako.

Menyangkut program PDAM di tahun ini, kata Ruslan, salah satunya peningkatan kualitas air bersih sebab pihaknya belum mempunyai sistem injeksi seperti dialami pamsimas yang belum mempunyai sistem penyaringan kaporit.

“Sistem perpipaan dalam kota juga harus dibenahi karena usiannya sudah 30 tahun lebih, ketika saat diaudit oleh BPK muncul tingkat kebocoran atau kehilangan air sampai 50 persen. Saya sudah sampaikan pada Bupati karena perlu diganti pipannya,” terangnya.

Di satu sisi, penanganan pelayanan kepada masyarakat dalam hal pembayaran air serta akses keluhan, PDAM Kolaka bekerja sama dengan LinkAja.

“Pembayaran online iuran airnya di situ dan kita punya medsos Facebook, masyarakat bisa mengutarakan keluhannya agar cepat kami tangani,” kata Ruslan. (C)

Laporan: Andi Lanto
Editor: Sarini Ido

loker marketing sultrakini
  • Bagikan