Pelaku UMKM Bombana Belajar Memilik Kemasan Berkualitas di Workshop Pengembangan Desain Produk Ekonomi Kreatif

  • Bagikan
Desainer produk industri, Achmad Fadillah memberikan penjelasan kelemahan produk dari peserta workshop pengembangan desain produk ekonomi kreatif di Kabupaten Bombana. (Foto: Dok.Sultrakini.com)

SULTRAKINI.COM: BOMBANA – Kemasan sangat diperlukan dalam suatu produk. Selain berfungsi untuk melindungi, hal ini juga demi menarik konsumen.

Tentu tidak sembarangan dalam memilih kemasan produk. Selain terlebih dahulu mencocokannya dengan jenis produk, lewat kemasan juga bisa membangitkan brand dan citra produk itu sendiri.

Ada beberapa dasar dalam memilih kemasan produk yang efektif. Menurut desainer produk industri, Achmad Fadillah, terdapat empat fungsi dari kemasan.

(Baca juga: Pelaku UMKM Pemula, Ini Tips Kembangkan Usaha dari Chef La Ode)

Pertama melindungi produk dari keberadaannya, keutuhan bentuknya, kegunaan/fungsinya, konsistensi rasa dan aroma, serta konsistensi warna hingga teksturnya.

“Kalau memilih kemasan tidak tepat, semakin lama rasanya bisa berkurang. Atau mungkin rasanya tetap aman, tapi aromanya hilang,” ujarnya, Selasa (5 Juli 2022).

Foto bersama peserta workshop pengembangan desain produk ekonomi kreatif konsultasi produknya dengan pemateri Achmad Fadillah. (Foto: Dok.Sultrakini.com)

Warna yang berubah akibat dari pemilihan kemasan tidak tepat bisa dipengaruhi oleh paparan sinar matahari langsung serta faktor lainnya.

“Kita mesti pantai-pandai memilih kemasan yang cocok untuk produk makanan kita, banyak jenis kemasan,” tambahnya.

Fungsi berikutnya dari kemasan adalah menjaga kesehatan dan keselamatan produk. Berkat pemilihan kemasan yang tepat, maka akan mengurangi risiko dari kecelakaan ketika dalam perjalanan, sehingga masih layak untuk dikonsumsi.

Baca:   Kontribusi Bangun UMKM, Menkop Teten: Cintai dan Belanja Produk Lokal 

Pemilihan kemasan juga perlu mempertimbangkan faktor ramah lingkungan.

“Bayangin pakai kantong kresek dan melewati kerumunan orang, bisa rusak. Dan paling penting ada baiknya memilih kemasan yang ramah lingkungan,” ucap kang Fadillah panggilan akrabnya.

Kemudian fungsi kemasan, yaitu memberikan kenyamanan artinya berkat kemasan-aroma produk kita terisolasi, di satu sisi memudahkan memberikan rasa nyaman bagi konsumen, mudah disimpan, dibuka/ditutup, bagus dipandang, dan mudah dibuang.

“Kadang konsumen setelah membuka produk untuk dimakan, dia juga berharap bisa menutupnya kembali untuk disimpan,” terangnya.

Terakhir fungsi kemasan sebagai media komunikasi pemasaran.”Apa sih yang dikomunikasikan di dalam kemasan? Bagaimana wawasan produk sudah komplet kah?,” sambungnya.

Komunikasi pemasaran yang dimaksud, berupa foto produk, spesifikasi, bahan, volume, kandungan gizi, aturan pakai, petunjuk penyimpanan, petunjuk perawatan, sertifikasi, dan sebagainya.

Dari kemasan juga, konsumen akan semakin tahu kualitas produk sebelum membelinya.

(Baca juga: Pelaku UMKM di Bombana Tambah Wawasan, Dispar Sultra Selenggarakan Workshop Pengembangan Desain Produk)

Kunjungan peserta workshop pengembangan desain produk ekonomi kreatif ke lokasi oleh-oleh di Kabupaten Bombana. (Foto: Dok.Sultrakini.com)

Jenis-jenis kemasan

Dalam mengemas produk, terdapat sejumlah jenis kemasan. Untuk satu produk misalnya, terkadang memerlukan kemasan dalam, kemasan luar, hingga kemasan belanja.

“Misalnya produk cokelat. Di dalamnya dibungkus menggunakan aluminium foil untuk menjaga temperatur, kemudian dibungkus dengan kertas serta kemasan luarnya untuk menjaga produk dari benturan dan menjaga produk tetap kualitas,” tambah Fadillah.

Baca:   Dua Perusahaan Tambang Nikel di Bombana Serahkan Bantuan APD

Selain memberikan materi dan simulasi produk, pemateri juga mengaplikasikan materi dengan sampel produk dari para peserta. Tidak hanya itu, sesi terakhir dibuat semacam konsultasi produk. Di mana, setiap peserta dipanggil ke depan dan duduk bersama pemateri untuk membahas kelemahan produknya.

Untuk diketahui, workshop pengembangan desain produk ekonomi kreatif di Kabupaten Bombana berlangsung di salah satu hotel sejak 4-6 Juli 2022.

Sekitar 50 orang peserta dari kalangan pelaku UMKM turut membawa sampel produknya untuk dipamerkan dan dikonsultasikan bersama para pemateri.

Para peserta juga diajak ke tiga lokasi UMKM di wilayah tersebut untuk melihat secara langsung model usaha dan tahap produksi produk hingga tahap penjualan.

Laporan: Sarini Ido
Editor: Hasrul Tamrin

  • Bagikan