Pemda Buton Beri Makan Anak Yatim

  • Bagikan
Bupati Buton La Bakry memberi makan anak yatim piatu pada acara Pakande Ana-ana Maelu,. Foto: IST.
Bupati Buton La Bakry memberi makan anak yatim piatu pada acara Pakande Ana-ana Maelu,. Foto: IST.

SULTRAKINI.COM: BUTON – Pemerintah Kabupaten Buton memberi santunan kepada 44 anak yatim piatu melalui ritual Pakande Ana-ana Maelu (memberi makan anak yatim piatu) yang merupakan tradisi warisan leluhur eks Kesultanan Buton.

“Tradisi  ini merupakan syarat makna kemanusiaan yang hadir sejak 6 abad silam, atau sekitar tahun 1500-an, atau sejak masuknya Islam di Buton,” terang La Bakry dirilis Diskominfo dan Persandian Buton, Jumat (20/8/2021).

Tradisi ini dilakukan setiap bulan Muharram yang dimuliakan sebagai bulan pertama dalam kalender Hijriah Islam.  Pemberian makan 44 anak yatim piatu dari berbagai desa dan kelurahan berlangsung di Aula Rujab Bupati Buton, Pasarwajo, pada 10 Muharram bertepatan Kamis (19 Agustus 2021).

Tradisi ini bermakna mendoakan anak yatim piatu diberi umur panjang, rezki halal, dan keteguhan iman.

Dalam ritual ini, anak yatim diberi kasih sayang dan pelayanan sebagaimana orang tua memperlakukan anaknya. Mulai dari membasuh ubun-ubun, diberi makan serta diberi santuanan berupa hadiah.

“Ini merupakan tradisi yang sangat mulia dan ini kewajiban yang harus kita laksanakan bersama Sehingga anak-anak yatim tidak merasa terabaikan dan mereka merasa diperhatikan. Ini merupakan tradisi yang harus kita pertahankan,” kata La Bakry.

ibu alimazi

Lakina Agama Masjid Agung Keraton Buton, H. LM Kariu mengatakan kasih sayang dan perhatian terhadap anak-anak yatim piatu sangat penting.  Untuk itu, sebagai umat muslim, diharapkan setiap masyarakat dapat terbuka hatinya untuk mengambil kesempatan ini untuk memberikan santunan kepada anak yatim.

Baca:   Ini Alasan Camat Siotapina Pakai Sandal di Panggung Penghormatan Agustusan

“Sesungguhnya anak-anak kita ini masih membutuhkan pendekatan dengan orang tuanya tetapi nauzubillah mereka sudah ditinggalkan,” katanya.

Budaya Pakande Ana-ana Maelu bukan saja dilakukan oleh Pemda Buton, melainkan Kota Baubau sebagai irisan dari budaya lokal tersebut.

Wali Kota Baubau, H. AS Tamrin, MH bersama Sekretaris Daerah Kota Baubau Roni Muhtar, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Baubau H. Rahman Ngkaali, memberikan santunan kepada anak yatim sebagai program kerja rutin dharma wanita.

Total dana santunan yang terkumpul untuk disumbangkan ke anak yatim piatu di Baubau sebesar Rp. 129.934.000.

Laporan: Aisyah Welina        

  • Bagikan