Kostum Raja Buton Wa Kaa Kaa Dipamerkan dalam Pembukaan Pesona I PTKN 2022

  • Bagikan
Kostum Raja Wa Kaa Kaa di Pesona PTKN. (Foto: IAIN Kendari)

SULTRAKINI.COM: Kostum Raja Wa Kaa Kaa menjadi perwakilan Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari, Sulawesi Tenggara dalam kemeriahan Grand Opening Pekan Seni dan Olahraga (Pesona) I Perguruan Keagamaan Negeri (PTKN) se-Indonesia di UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Jawa Barat.

Dilansir dari IAIN Kendari, Pesona PTKN pada Selasa (9 Agustus) 2022 yang sebelumnya berlangsung dari 8-13 Agustus itu, dibuka dengan menampilkan Parade Etno Carnival dari berbagai budaya dan etnis daerah se-Indonesia.

Kustom Raja Buton Wa Kaa Kaa diangkat karena memiliki keunikan tersendiri. Menurut sejarah, Raja Wa Kaa Kaa merupakan raja perempuan pertama di Kerajaan Buton yang sangat cantik dan memiliki kecerdasan, bijaksana, berani, dan tangguh. Dia memerintah di Kerajaan Buton pada abad ke-13 masehi selama kurang lebih 34 tahun.

Dalam acara tersebut karakter Raja Wa Kaa Kaa diperagakan oleh mahasiswi Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan IAIN Kendari, Andi Nurcahayati. Kostum bernuansa merah yang dia kenakan memiliki tinggi dua meter dan berat sekitar 15 kilogram bernuansa warna merah menyala untuk menarik perhatian penonton.

Rektor IAIN Kendari, Faizah Binti Awad memberikan semangat kepada para atlet untuk menunjukkan kemampuan terbaiknya di event Pesona PTKN. Dia berharap, kontingen IAIN Kendari membawa pulang medali sebagai hasil dari pembinaan dan pelatihan.

Baca:   Potensi Besar, IAIN Seminarkan Strategi Kebijakan Ekonomi Syariah

“Pembinaan dan latihan yang dijalani selama ini menjadi modal besar menghadapi peserta lain. Tugas para atlet hanya berjuang, jika berhasil mendapat juara itu sebagai bonus dari perjuangan,” ucapnya.

Kegiatan ini dihadiri oleh 61 PTKN dan sekitar 1.500 orang peserta dari seluruh Indonesia. Kontingen IAIN Kendari berjumlah 43 orang, terdiri dari Wakil Rektor Herman, official, dan atlet. IAIN Kendari mengikuti 14 jenis perlombaan yang diselenggarakan secara luar jaringan. (C)

Laporan: Julia Dwi Sadini
Editor: Sarini Ido

  • Bagikan