Pakande Ana-ana Maelu, Ritual Pemkot Baubau Muliakan Anak Yatim di Bulan Muharram

  • Bagikan
Wali Kota Baubau, AS Tamrin memberikan santunan kepada salah satu anak panti asuhan. (Foto: Aisyah Welina/SULTRAKINI.COM)

SULTRAKINI.COM: BAUBAU – Sudah menjadi tradisi Pemerintah Kota Baubau, Sulawesi Tenggara setiap tahun di Bulan Muharram dengan memberikan santunan kepada anak yatim piatu dalam acara Pakande Ana-ana Maelu, artinya memberi makan anak yatim di pelataran Rumah Jabatan Wali Kota Baubau, Kamis (19 Agustus 2021).

Wali Kota Baubau, AS Tamrin, mengatakan ritual Pakande Ana-ana Maelu adalah bentuk dari semangat kepedulian pemerintah terhadap anak yatim piatu. Dirinya berharap kegiatan ini menumbuhkan kesadaran bagi masyarakat yang memiliki kemampuan finansial untuk berbagi kepada yang membutuhkan.

“Semua semangat itu harus melekat secara psikologis agar kita tersentuh untuk senantiasa memberi perhatian kepada warga masyarakat kita yang membutuhkan bantuan,” ucap Tamrin, Kamis (19/8/2021).

Situasi pandemi Covid-19 saat ini, lanjutnya, tidak sedikit dampak yang diterjadi dan dialami pemerintah maupun masyarakat. Bahkan, sejumlah di antaranya kehilangan keluarga sehingga kondisi ini membutuhkan rasa kebersamaan.

Ditambahkan Kepada Bidang Kebudayaan sekaligus panitia Pakande Ana-ana Maelu, Ninik Gustianingsih Ahmad, rangkaian ritual tersebut juga akan mengunjungi sejumlah panti asuhan untuk memberikan santunan. Ditargetkan ada 100 orang santuan diberikan, belum termasuk dari instansi lain.

Pelaksanaan Pakande Ana-ana Maelu tahun ini, kata Ninik, penuh dengan sentuhan budaya. Prosesinya dilakukan sejak tengah malam dengan membuat dua jenis air yang disebut Air Asura untuk diminum dan membasuh wajah anak yatim.

Baca:   Sidak Pusat Perbelanjaan, Pemkot Baubau Temukan Ini

Menyangkut santuan akan diberikan ke anak yatim, berupa perlakuan orang tua kepada anaknya, seperti menyiapkan makan dan menyuapi mereka.

“Kenapa hari ini karena hari ini harinya mereka, di mana sampai Lakina Agama (tokoh agama) wali kota yang layani, maksudnya mereka yang suapi, kasih minum, mereka dimuliakan,” jelasnya. (B)

Laporan: Aisyah Welina
Editor: Sarini Ido

  • Bagikan