1 BTC Menyentuh Rp 400 Juta Saat Market Crypto Hari ini Crash, Ini Tips dari CEO Indodax

  • Bagikan
ilustrasi

SULTRAKINI.COM: JAKARTA – Pasar aset kripto di pertengahan 2022 ini cenderung menurun. Namun, para investor aset kripto tidak perlu merasa khawatir karena market yang sedang menurun atau biasa kita sebut sebagai market bearish tidak selamanya selalu buruk.

Satu btc berapa rupiah saat market crypto hari ini turun? Berdasarkan data perdagangan Indodax pada Jumat (13 Mei 2022), btc berkisar Rp 413.391.240 dan eth di kisaran Rp 27.653.000.

loker wartawan sultrakini

CEO Indodax, Oscar Darmawan, mengatakan penurunan harga kripto pada dasarnya terjadi karena aksi jual yang terjadi lebih banyak daripada aksi beli oleh para investor, sehingga penawaran yang ada di pasar lebih banyak daripada permintaannya. Namun, aksi jual besar-besaran ini tentu terjadi akibat sentimen negatif yang terjadi belakangan ini.

“Saya pikir sentimen negatif yang menyebabkan kripto menurun beberapa hari terakhir terjadi karena kebijakan kenaikkan suku bunga The Fed. Kebijakan ini bertujuan meredam inflasi di Amerika yang sedang melonjak. Oleh karena itu, tidak heran jika para ‘whales’ (sebutan untuk investor yang berinvestasi di kripto dalam jumlah besar sehingga dampaknya bisa terasa di pasar) memilih untuk menjual aset kriptonya dan keluar terlebih dahulu,” jelas Oscar.

Melihat pasar kripto yang sedang menurun cukup signifikan, Oscar menilai investor cenderung menunggu sehingga pergerakan dari pasar kripto sendiri cenderung bergerak lambat untuk bullish kembali.

Baca:   Piring Pelepah Pinang Bisa Gantikan Styrofoam, Ini 5 Fakta Menariknya

Di masa seperti ini, ada beberapa tips trading yang bisa digunakan ketika menghadapi market yang sedang bearish. Oscar Darmawan mengatakan dalam trading kripto atau apapun money management adalah hal yang sangat penting baik itu ketika kondisi market sedang bearish ataupun bullish.

“Jika seorang investor memiliki money management yang baik, bagaimanapun kondisi market tidak akan terlalu berpengaruh terhadap dirinya. Bahkan, jika seseorang memiliki money management buruk, ketika market sedang hijau sekalipun dia tidak akan menuai profit. Maka, seseorang perlu memiliki money management yang baik sehingga paham kapan waktu kembali masuk ke pasar sesuai dengan budget dan rencana investasi yang sudah dibuat,” ucapnya.

Kemudian untuk tips yang kedua, investor juga bisa memanfaatkan kondisi ini dengan membeli kripto karena harganya yang sedang terdiskon. Istilah ini kerap disebut sebagai buythedip.

“Kondisi buythedip ini biasa dilakukan oleh beberapa institusi investor seperti MicrostrategyInc ataupun negara El Salvador yang beberapa kali membeli bitcoin untuk cadangan devisa negaranya ketika harganya sedang terdiskon. Setelah investor membeli kripto tersebut, investor bisa menyimpan dan menjualnya saat harganya naik nanti,” jelas Oscar.

Menurut Oscar, sering kali saat penurunan market seperti ini, ada saat dimana harga Bitcoin dan lainnya tiba-tiba meningkat drastis dan justru tidak lagi turun.

Baca:   Jangan Tertipu Platform Investasi Ilegal, CEO Indodax Imbau Hal Ini

“Artinya, penurunan seperti ini masih belum terlalu mengkhawatirkan. Para analis masih menyebutkan ada kemungkinan besar Bitcoin dan kripto lain naik secara tiba-tiba dan drastis. Indodax pernah mengalami hal serupa sebelumnya. Jika dilihat secara historis pun pattern bearish seperti ini tetap akan terjadi dan kemungkinan besar akan diikuti dengan All Time High kembali nanti,” ujarnya.

Dengan menggunakan trik buythedip, investor bisa meningkatkan portofolio kriptonya. Namun tetap, meskipun investor ingin melakukan teknik buythedip, Oscar menyarankan agar para investor berhati-hati, tetap menggunakan uang dingin, memilih aset kripto yang berfundamental bagus dan memiliki kapitalisasi besar, dan berpatokan terhadap trading plan yang dibuat.

Terakhir, investor dapat melihat aset kripto lain yang tidak terpengaruh dengan turunnya harga Bitcoin. Di Indodax, perusahaan memberikan pilihan kepada para member dengan berinvestasi di short token, yang mana sistemnya adalah kebalikan dari suatu aset kripto. Jika kriptonya turun, kripto short token akan naik dan begitu pula sebaliknya.

“Di Indodax, kami menyediakan beberapa short token, seperti HEDGE dan BEAR yang merupakan short token dari Bitcoin, BNBHEDGE yang merupakan short token dari BNB, ETHHEDGE yang merupakan short token dari Ethereum, XRPHEDGE yang merupakan short token dari Ripple,” tambah Oscar.

Baca:   Begini Tips Memilih Aset Kripto Melalui Analisis Fundamental

Sebagai tambahan informasi, Indodax adalah perusahaan jual beli aset kripto terbesar dan terpercaya di Indonesia yang memperdagangkan lebih dari 200 aset kripto dan melayani lebih dari 5.3 juta member dan member pun bisa bertransaksi mulai dari harga 10 ribu rupiah.

Indodax memiliki counter offline yang bisa dipakai oleh para member untuk berkonsultasi yang berada di pusat perkantoran Sudirman, Jakarta Selatan dan Sunset Road di Bali.

Editor: Sarini Ido

loker marketing sultrakini
  • Bagikan