AMSI Sempurnakan Modul Pelatihan Peningkatan Kualitas Media Digital

  • Bagikan
Mastering and ToT on Media Business, Content and Audience Development AMSI- Internews dan USAID MEDIA. (Foto: Dok. AMSI)

SULTRAKINI.COM: Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) dengan dukungan Internews dan USAID MEDIA menggelar Mastering and ToT on Media Business, Content and Audience Development untuk menyempurnakan modul pelatihan peningkatan kualitas media di daerah.

Pelatihan yang diikuti 20 trainer ini membahas pendampingan dari aspek manajemen, pengembangan bisnis berkelanjutan hingga peningkatan kualitas konten.

Eric Sasono selaku Chief of Party Internews mengatakan, forum ini diselenggarakan untuk mengevaluasi metode pendampingan pada media-media digital lokal di Indonesia yang sudah dilakukan pada 2021. Evaluasi ini diharapkan bisa memunculkan model bisnis media yang beragam, tidak sekadar mengejar peningkatan traffic, tapi meningkatkan kualitas konten media-media yang didampingi.

“Penyempurnaan modul dan model training diharapkan semakin meningkatkan kapasitas media online,” ujar Eric saat membuka sesi melalui Zoom dalam rilis diterima Sultrakini.com, Jumat (28 Januari 2022).

Mastering and ToT on Media Business, Content and Audience Development AMSI- Internews dan USAID MEDIA. (Foto: Dok. AMSI)

Ketua Umum AMSI, Wenseslaus Manggut menyampaikan program ini adalah bagian dari rencana AMSI di masa depan. Dari sisi organisasi, AMSI perlahan terlihat bentuknya. Saat ini AMSI sudah ada di 24 wilayah dengan anggota 382 media online, dari segi kematangan berorganisasi dan pesertanya, makin meningkat.

Wenseslaus Manggut percaya, ke depan persaingan bukan lagi persaingan media antar-media, tapi antar-ekosistem, maka perlu diperkuat ekosistemnya. “Kalau media masih bersaing antar-media maka akan banyak buang tenaga dan akan kalah dengan ekosistem yang larinya selalu cepat,” jelasnya.

Baca:   Marak Kepala Daerah Korupsi, KPK OTT 27 Orang Sepanjang 2018

Melalui program ini diharapkan ekosistem yang dibangun AMSI berdampak positif bagi anggota-anggotanya. Media lokal akan semakin baik dalam menata manajemen, membangun model bisnis, serta meningkatkan kualitas konten.

Nantinya para trainer akan ditugaskan melakukan pendampingan pada anggota AMSI sehingga akan semakin tertata secara manajemen, model bisnis, serta konten yang meningkat kualitasnya. Ketika anggota AMSI sudah punya ukuran standar, akan mendukung ekosistem yang tengah dibangun.

“Pekerjaan rumah berikutnya adalah rencana AMSI untuk membuat agensi iklan untuk anggota-anggotanya. Ini bukan sekadar mencari pendapatan, tapi salah satu tools untuk menyehatkan ekosistemnya,” terang Wens.

Apa yang diinisiasi AMSI lewat agensi bersama itu, kata dia, sebetulnya untuk penyehatan ekosistem karena ada standar yang disepakati. “Apa yang dilakukan AMSI dalam program ini merupakan upaya kita memenuhi standardisasi dan menyehatkan ekosistem lewat inisiatif yang besar,” sambungnya.

Kegiatan yang berlangsung di salah satu hotel di Yogyakarta tersebut berlangsung pada 27-28 Januari 2022 dengan menghadirkan narasumber Jason Lambert dari Newsgain-Internews secara online.

Menurut Jason, pendekatan yang dilakukan oleh para trainer selama tahun pertama program sudah ada progres yang dicapai. Memang masih ada kekurangan dan melalui pelatihan untuk trainer ini diharapkan persoalan-persoalan yang muncul selama pendampingan tahun pertama bisa diselesaikan pada tahun kedua program.

Baca:   Presiden Jokowi Akan Membuka Indonesia Digital Conference 2020

Acara ini juga menghadirkan dua narasumber yang diharapkan memperkaya modul pelatihan peningkatan kapasitas media lokal anggota AMSI. Mereka adalah Chief Technology Officer Buddyku-MNC, Heru Tjatur dan Bunga Anggraini, Country Director Dailymotion. Keduanya memberikan materi mengenai peluang monetisasi konten di platform multimedia dan pentingnya infrastruktur digital untuk pengembangan bisnis media online.

Heru Tjatur mengatakan, media massa online harus memikirkan infrastruktur digital, dalam hal ini teknologi yang digunakan. Bukan sekadar konten saja yang diperhatikan, tapi daya dukung teknologi. Hal ini berpengaruh pada model bisnis yang harus disesuaikan dengan kemampuan media.

“Media-media di daerah harus bisa memiliki kesadaran terhadap teknologi informasi,” ujarnya.

Pembicara lain, yaitu Bunga Anggraini dari Dailymotion menyampaikan potensi konten video bagi publisher. Potensi tersebut bisa dimaksimalkan dengan konsistensi membuat konten.

Editor: Sarini Ido

  • Bagikan