Bagaimana Konten dan Fotografi Jadi Sub Sektor Penting Mempercepat Pembangunan Daerah?

  • Bagikan
Kepala Seksi Pengembangan Industri Pariwisata, Muhammad Syamsul mewakili Kepala Dispar Sultra pada workshop ekonomi kreatif sub sektor media di Kabupaten Buton. (Foto: Dok.Sultrakini.com)

SULTRAKINI.COM: BUTON – Pariwisata dan ekonomi kreatif diakui Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Sulawesi Tenggara, La Ode Saifuddin sebagai sektor potensial yang bisa dimanfaatkan oleh generasi milenial untuk berkontribusi kepada daerah.

“Ekonomi kreatif telah dikembangkan di berbagai negara dan terbukti memberikan nilai dan dampak positif yang signifikan terhadap pertumbuhan daerah dan negara dengan berkontribusi terhadap penyerapan tenaga kerja, pertumbuhan dan penambahan pendapatan hingga pencitraan wilayah,” jelas La Ode Saifuddin melalui Kepala Seksi Pengembangan Industri Pariwisata, Muhammad Syamsul, Jumat (26/11/2021).

Berdasarkan data dan laporan dari Departemen Perdagangan RI, kontribusi ekonomi kreatif dapat dilihat dari sisi positifnya, beberapa indikator secara ekonomi maupun non-ekonomi.

Pertama, dampak terhadap perekonomian, industri kreatif mampu menjadi katalis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi baru, penciptaan lapangan kerja, pendapatan masyarakat, dan pertumbuhan ekonomi daerah.

Kedua, ekonomi kreatif bisa berdampak pada aspek sosial, kontribusinya dapat dilihat dari peningkatan kualitas hidup, toleransi sosial bahkan penciptaan identitas bangsa.

Ketiga, ekonomi kreatif berdampak pada pelestarian budaya. Peran penting non-ekonomi dan industri kreatif dapat terlihat dari pembangunan budaya dan warisanya serta nilai-nilai lokal. Industri kreatif yang berbasis budaya menciptakan landasan karakter budaya lokal yang kuat, mampu menuangkan hak kekayaan intelektual serta kearifan lokal yang kesemuanya memiliki potensi pasar baik dalam negeri maupun mancanegara.

Baca:   Sukses Grasstrack Motorcross, Crossborder Sambas Siapkan Rally Wisata

“Keempat tingkat keadilan. tentunya ini sangat diperlukan dalam menjawab daya saing dalam melakukan suatu inovasi diperlukan pemikiran yang kreatif dan ide-ide yang cemerlang,” ucapnya.

Peserta workshop ekonomi kreatif sub sektor media, penulisan konten dan pariwisata di Kabupaten Buton. (Foto: Dok.Sultrakini.com)

Penekanan sektor ekonomi kreatif dan pariwisata ini disampaikan pada workshop ekonomi kreatif sub sektor media, penulisan konten dan fotografi pariwisata di Kabupaten Buton yang dihadiri puluhan milenial.

Kedua sektor tersebut diharapkan menjadi peluang bagi milenial di Kabupaten Buton untuk mengeksplor potensi daerah, terlebih wilayah setempat mengunggulkan pariwisata budaya yang sangat kental, selain potensi wisata lainnya.

“Pelatihan penulisan konten dan fotografi, dalam kebijakan yang disusun Dinas Pariwisata selama lima tahun yang diturunkan dari dokumen RPJMD Provinsi Sultra pada 2018-2023, serta memperhatikan rencana strategis Dinas Pariwisata Provinsi Sultra, maka konten dan fotografi merupakan sub sektor penting untuk didorong dalam rangka percepatan pembangunan ekonomi kreatif di daerah,” terang Syamsul.

Untuk dketahui workshop ekomoni kreatif sub sektor media, penulisan konten dan fotografi pariwisata digelar di enam titik lokasi, yaitu Kota Kendari, Kabupaten Muna, Kota Baubau, Kabupaten Buton, Bombana, dan Kabupaten Kolaka.

Kegiatan ini juga disiarkan secara langsung melalui kanal Lulo Pedia, Website lulopedia.tv, Facebook Ekraf Dispar Sultra, dan Instagram ekraf_disparsultra.

Baca:   Menpar Arief Yahya Namakan Anak Jerapah "Bimo" di Peresmian Baobab Safari Resort

Editor: Sarini Ido

  • Bagikan