Diduga Gara-gara Kembang Api Tahun Baru, Atap Hotel Kubra Kendari Terbakar

SULTRAKINI.COM: KENDARI – Menjelang pergantian tahun, Hotel Kubra Kendari di Jalan H Edi Sabara nyaris dilalap si jago merah, Selasa (31/12/2019) sekitar pukul 19.25 Wita. Kepulan asap dan perikan api nampak di atas hotel.

Salah seorang karyawan hotel, Herman, membenarkan adanya api di atap hotel. Api tersebut diduga berasal dari lantai 4 hotel. Melihat adanya api, ia melaporkan segera kepada satpam hotel, bernama Muhammad Zul Ramadhan hingga yang bersangkutan menghubungi Dinas Pemadam Kebakaran.

Agar api tak merembes ke bagian bangunan lain, aliran listrik hotel-pun dimatikan hingga membuat hotel gelap gulita. Ia bersama karyawan hotel lainnya naik ke atap hotel untuk upaya pemadaman.

“Kami melihat kobaran api berasal dari rangka atap yang terbuat dari kayu. Posisinya berada di dekat mesin pompa air yang terletak di atap bangunan. Kami berinisiatif memadamkan api tersebut dengan menyiramkan air menggunakan peralatan seadanya,” kata Ramadhan ditemui di tempat kejadian.

Hotel Kubra Kendari gelap gulita usai diketahui ada api di atas bangunan, Selasa (31/12/2019) malam. (Foto: Riswan/SULTRAKINI.COM)
Hotel Kubra Kendari gelap gulita usai diketahui ada api di atas bangunan, Selasa (31/12/2019) malam. (Foto: Riswan/SULTRAKINI.COM)
gemilang simpeda bank sultra

Ia menambahkan, sekitar pukul 20.00 Wita dua unit mobil Dinas Pemadam kebakaran tiba di lokasi dan langsung melakukan pemadaman api sembari dibantu oleh para karyawan hotel dan masyarakat.

“Alhamdulillah api berhasil dipadamkan selanjutnya dilakukan pengecekan kembali dan dinyatakan api padam dan aman,” tambahnya.

Kepala Dinas Pemadaman Kebakaran Kota Kendari, Junaidin Umar menerangkan terbakarnya atap Hotel Kubra diduga disebabkan oleh ulang anak-anak yang membakar kembang api jelang pergantian tahun.

“Sisa pembakaran kembang api yang nyangkut di lantai 3 Hotel Kubra. Setelah kami menerima laporan, sebanyak dua armada (mobil) pemadam langsung ke TKP,” jelas Junaidin, Selasa (31/12/2019) malam.

Menurutnya, api tidak sampai membesar sehingga pihaknya tidak melakukan penyiraman. Tindakan selanjutnya, memberikan pengawasan hingga api benar-benar padam.

Laporan: Riswan
Editor: Sarini Ido

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.