Jalan Sekitaran Desa Boro-boro di Konsel Rusak Parah, Sering Berakibat Lakalantas

SULTRAKINI.COM: KONAWE SELATAN – Forum Pemuda Ranomeeto keluhkan kondisi jalan poros Boro-boro, Kabupaten Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara yang sangat memprihatinkan bagi arus lalu lintas.

Ketua Forum Pemuda Mahasiswa Ranomeeto, Muh. Ifan Permana merasa geram atas kondisi jalan yang kian hari kian merusak. Ditambah, kendaraan yang melintas berkapasitas muatan 10 ton hingga membuat jalan semakin rusak.

“Setiap saya melintas untuk ke arah Landono, saya melihat jalan yang ada di Desa Boro-boro (Konawe Selatan) ini semakin hari semakin rusak parah. Kita harapkan ada langkah yang dilakukan Pemerintah Provinsi dan daerah dalam menanggulangi jalan tersebut,” ucapnya, Minggu (12/7/2020).

Menurutnya, berdasarkan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, Pasal 24 ayat 1 diterangkan penyelenggara jalan wajib segera dan patut untuk memperbaiki jalan yang rusak yang dapat mengakibatkan kecelakaan lalu lintas. Serta dalam aturan itu diterangkan adanya kewajiban untuk memberikan tanda lalu lintas atau rambu lalu lintas pada jalan rusak guna mencegah kecelakaan.

“Sementar sampai sekarang PU masih belum terjun langsung secara maksimal, bahkan rambu-rambu tanda hati-hati atau pelan-pelan belum (ada),” ujarnya.

yamaha

Pantauan Sultrakini.com, kerusakan jalan di wilayah tersebut sekitar 25 meter panjangnya, tepatnya di Dusun Tiga, Desa Boro-boro, Kecamatan Ranomeeto, Kabupaten Konawe Selatan.

Di tempat terpisah, seorang sopir dump truck, Muh. Rusdin (28 tahun) mengaku sangat resah dengan kondisi jalan rusak itu.

“Sudah banyak mobil dump truck yang patah as rodanya, ditambah lagi kalau musim hujan begini yang kondisi jalannya licin, bisa berbahaya untuk kami parah sopir jika tidak berhati-hati,” jelasnya.

Sementara itu, seorang warga setempat, Akbar (23) menerangkan akibat kondisi jalan rusak tersebut banyak terjadi kecelakaan.

“Semalam ada mobil muatan sawit yang tabanting akibat jalan rusak dan lincin,” ucapnya. (B)

Laporan: Afdal
Editor: Sarini Ido

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.