SULTRAKINI.COM: KENDARI - Brigadir Djufri, pria yang sehari-hari bertugas di Kepolisian Daerah Sulawesi Tenggara (Sultra), patut dijadikan sebagai panutan publik. Melayani dan mengayomi masyarakat merupakan tugas utamanya sebagai anggota Polri.

Kisah Brigadir Djufri Peduli Anak Pemulung Jalanan
Brigadir Djufri saat memberikan makanan kepada dua anak pemulung di Jalan Ahmad Yani, Kelurahan Bende Kecamatan Kadia, Kota Kendari, Jumat (12/1/2018). (Foto: Wayan Sukanta/SULTRAKINI.COM)

Namun ada pemandangan lain, ditengah padatnya lalu lintas kendaraan di pusat Kota Kendari. Djufri sontak menghentikan laju kendaraanya dan menepi di pinggir jalan saat hendak pulang ke rumah usai menjalankan tugasnya. Bukan tanpa alasan, hatinya terketuk setelah melihat dua anak pemulung dengan kondisi lusuh sedang berjalan kaki sambil mendorong sebuah gerobak yang terbuat dari papan lapuk.

Tidak kuasa melihat kondisi anak pemulung itu, Djufri kemudian memberikan beberapa minuman dan nasi bungkus kepada dua kakak beradik yang diketahui bernama Ade dan Ay itu.

Djufri merasa kasian kepada kedua kakak beradik itu. Disaat anak-anak sesusianya harus ada di sekolah, tapi anak pemulung ini harus tetap bekerja keras ditengah terik matahari demi membantu kedua orang tuannya yang juga berkerja sebagai pemulung.

"Hati saya sangat tersentuh karena juga ingat bahwa saya juga memeliki anak seusia mereka. Olehnya itu, saya berikan mereka beberapa makanan dan nasi bungkus yang sebenarnya punya anak saya. Tapi saya berikan kepada kedua anak ini," kata Djufri saat menemui kedua anak pemulung tersebut, Jumat (12/1/2018).

Djufri mengaku prihatin, Ade dan Ay harus berjuang berbagi waktu sejak siang hingga malam untuk membantu kedua orang tuanya mengais rejeki dengan bergelut sampah-sampah.

"Setiap hari sepulang dari sekolah Ade dan adik perempuannya yang masih duduk di bangku sekolah dasar (SD), melanjutkan rutinitasnya membantu orang tuanya sebagai pemulung dari siang hingga malam hari. Dalam sehari, mereka biasa mendapat uang Rp 20 ribu dari sampah yang dijualnya kepada salah seorang penampung," ujarnya.

Untuk diketahui, awalnya tindakan seorang anggota Polisi ini, tidak diketahui adanya wartawan. Namun diam-diam karena ini merupakan hal yang baik, Jurnalis SultraKini.Com kemudian mengabadikan momen tersebut tanpa disadari oleh Djufri.


Laporan: Wayan Sukanta

Tanggapan Anda?

Facebook Conversations