000 HPN Prov

Pasca Relokasi, Kondisi Pasar Sentral Wua-Wua Masih Sepi

SULTRAKINI.COM : KENDARI – Rencana relokasi pedagang eks Pasar Panjang yang dilakukan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari, belum menuai hasil pasalnya kondisi terkini, Kamis (26/7/2018), Pasar Sentral Wua-wua masih sepi dari pedagang maupun pembeli.

Berdasarkan pantauan tim SultraKini.Com, di lokasi Pasar Wua-Wua Kendari, terlihat beberapa ruas los pasar masih sepi dari pedagang. Utamanya pada los-los pedagang ikan dan sayur-sayuran. Bahkan pada los-los pedagang pakaian dan sembako juga terpantau sepi. Meskipun sudah ada satu dua pedagang eks pasar panjang yang mulai menempati ruas los pasar, tapi masih hitungan jari dan hanya pedagang pecah belah saja.

Akibat sepinya pedagang, minat pembeli di Pasar Wua-wua masih minim bahkan dalam sehari pedagang hanya bisa mencapai penjualan berkisar Rp200 ribu, kadang juga tidak sampai Rp100 ribu sehari.

Los khusus sembako Pasar Wua-wua juga tampak sepi (Foto : Hasrul Tamrin/SULTRAKINI.COM)
Los khusus sembako Pasar Wua-wua juga tampak sepi (Foto : Hasrul Tamrin/SULTRAKINI.COM)

“Masih sepi penjual disini, belum ada yang masuk pedang pasar panjang, sehari itu kita hanya laku Rp200 ribu itupun kadang-kadang, kadang juga tidak laku bemana kasian sepi begini,” ucap Wa Buangka salah satu pedagang sayuran di Pasar Wua-wua, Kamis (26/7/2018).

Untuk sewa los, pedagang sayuran dikenakan tarif hingga Rp13 juta selama 13 tahun, dengan sistem pembayarannya DP Rp6,5 juta sisanya dibayar kemudian dengan sistem kredit. Sementara untuk pemilik kios bervariasi dari harga 10 juta rupiah hingga 25 juta rupiah se-tahun, atau sekitar Rp200 juta selama 13 tahun dengan sistem pembayarannya kredit.

“Kalau kita pedagang sayuran disini kita dikasi kemudahan disini bisa dibayar DP dulu sisanya kita bisa cicil, itu uang awal hanya 6,5 juta,” ucap pedagang sayur lainnya, Wa Sina.

Bangunan Pasar Sentral Wua-wua terdiri dari dua lantai, empat blok diperuntukkan untuk kawasan dagang namun hanya dua blok yang banyak dimanfaatkan pedagang yakni blok A dan B sementara blok C dan D masih sepi meskipun keseluruhan blok sudah ada pemiliknya.

Laporan : Hasrul Tamrin/Muslimin
Editor: Habiruddin Daeng

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.