Target Aspal Buton Merajai Pasar Indonesia, Ali Mazi: Harapnya Pemanfaatannya di Sultra Dulu

SULTRAKINI.COM: Keunggulan yang dimiliki aspal Buton menjadikannya primadona hingga terus dibahas agar segera dikembangkan. Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara bahkan ingin mengusulkan ke Pemerintah Pusat untuk menggagas Sultra sebagai Kawasan Strategis Nasional. Bukan tanpa alasan, potensi sumber daya alam di Sultra sangat melimpah, salah satunya aspal Buton.

Diskominfo Sultra merilis, pembahasan pengembangan dan peningkatan aspal Buton sepanjang 2020 dilakukan hingga lima kali pada November-Desember.

Sementara pada 2021, Gubernur Sultra, Ali Mazi memimpin persiapan hal itu pada 18 Januari sebelum kembali dilanjutkan pembahasannya dengan kementerian. Rapat dengan topik aspal Buton juga pernah disinggung bersama asosiasi pengembangan aspal Buton pada 13 Januari lalu.

Sebelumnya juga topik aspal Buton sempat dibahas dalam rapat bersama antara Pemprov Sultra, termasuk Ali Mazi dengan Tim Kementerian Koordinator Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves) RI dipimpin Penasihat Khusus Menko Marves Bidang Informasi dan Teknologi Yohanes Surya pada Kamis (31 Desember 2020).

Gubernur Ali Mazi cukup kritis menyinggung topik aspal Buton sebelum malam pergantian tahun tersebut. Terlebih Kementerian PUPR menargetkan pemanfaatan aspal Buton terealisasi sepanjang 1.000 kilometer pada 2021.

Salah satu harapan Ali Mazi adalah aspal Buton bisa terlebih dahulu digunakan di Provinsi Sultra. Artinya, Sultra menjadi objek percontohan sekaligus promosi kualitas aspal Buton sehingga semakin menyakinkan dan menjanjikan daerah lain ketika masuk pasarnya nanti.

“Kami berharap, kebijakan Kementerian PUPR agar penggunaan aspal Buton 1.000 kilometer itu dilaksanakan di Sultra dulu,” ucapnya, Kamis (31/12/2020).

(Baca juga: Tim Kemenko Marves Rapat Bersama Gubernur Sultra Bahas Pembangunan Politeknik dan Pemanfaatan)

(Baca juga: Pengembangan Aspal Buton Terus Dibahas Pemprov Sultra, Ali Mazi Bahkan Bersurat ke Kementerian)

Dilansir dari laman resmi Kementerian PUPR, pemanfaatan aspal Buton telah dilakukan pada sejumlah pekerjaan preservasi dan pembangunan jalan di Indonesia, tepatnya pada jalan sepanjang 793 kilomenter. Progres pemanfaatan aspal Buton tahun anggaran 2020, bahkan sebesar 80 persen atau 634,4 kilometer tersebar di 25 provinsi. Misalnya, pengerjaan jalan di Provinsi Sulawesi Tengah sepanjang 173 kilometer.

Kementerian PUPR mengakui kualitas aspal Buton tidak sama dengan aspal minyak, sehingga perlu terus dikembangkan dari aspek jaminan kualitas dan teknik penghamparan. Terlebih, potensi pemanfaatan per tahunnya sebesar 167.182 ton, Artinya, 25 persen akan diserap untuk peningkatan dan pembangunan jalan nasional, selain aspal karet.

Masih tentang aspal Buton, Menteri PUPR Basuki Hadimulyono, menerangkan pihaknya sangat menghormati komitmen untuk mengurangi importasi aspal minya sebanyak 500 ton pada 2021.

“Kalau memang ada produksi pasti akan kami manfaatkan. Pembangunan dan pemeliharaan jalan kami sudah atur semisal untuk aspal plastik, beton, dan tentunya untuk Asbuton (aspal Buton). Kita wajib pakai ini, ini sebuah keharusan, sebab adalah salah kita sendiri kalau kita tidak bisa menggunakan dengan maksimal Asbuton,” jelasnya.

Sementara itu, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Arifin Tasrif, menjelaskan langkah-langkah mewujudkan aspal Buton agar menjadi tuan rumah di negeri sendiri.

“Kita buat SNI agar campuran Asbuton bisa maksimal. Sesudah tahun 2025 kita kaji lagi dan lakukan eksplorasi tambahan, agar menjadi cadangan, sekaligus mensubstitusi impor,” ujarnya.

(Baca juga: Pastikan Kesiapan Infrastruktur Aspal Buton, Kemenko Marves Kunjungi Buton)

Data Asosiasi Pengembang Aspal Buton Indonesia (ASPABI) menerangkan, pabrik pengolahan aspal Buton dengan total kapasitas produksi besar, rencananya akan dibangun di Dumai dan Pekanbaru bertipe aspal Buton pracampur dengan total kapasitas produksi 40.000 ton.

Kemudian di Kota Kendari, Donggala, dan Kabuaten Buton bertipe B 5/20 dengan total kapasitas 48.000 ton. Dan tipe B 50/30 kapasitas produksi 252.000, ada pula bertipe CPHMA kapasitas produksi 276.000 ton, serta tipe aspal Buton Full Extract sebesar 60.500 ton.

Ada juga di Jakarta, Bogor, Gresik, Mojosari, dan Pasuruan bertipe pracampur sebesar 374.000 ton, tipe B 5/20 sebesar 32.000 ton, tipe B 50/30 sebesar 93.000 ton, dan bertipe CPHMA sebesar 208.000 ton.

Editor: Sarini Ido

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.