La Bakry Harapkan Aspal Buton Merajai Pasar Dalam Negeri

  • Bagikan
Foto Bersama usai workshop upaya meningkatkan pemanfaatan aspal alam Buton di Jakarta. (Foto: Ist)
Foto Bersama usai workshop upaya meningkatkan pemanfaatan aspal alam Buton di Jakarta. (Foto: Ist)

SULTRAKINI.COM: BUTON – Pemerintah Kabupaten Buton bersama Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) menggelar workshop dalam rangka upaya meningkatkan pemanfaatan aspal alam Buton di Jakarta, Selasa (26/11/2019).

Workshop dibuka langsung Sekretaris Utama BPPT dan dihadiri pejabat fungsional BPPT, Kemenkomaritim, Kementerian perindustrian, Asosiasi Pengusaha Aspal Buton Indonesia, Bupati Buton La Bakry bersama Wakilnya Iis Eliyanti menjadi pelopor Pemkab Buton pada workshop tersebut.

Bupati Buton, La Bakry, mengatakan workshop yang diselenggarakan oleh Pemkab Buton melalui BPPT memiliki fungsi untuk melaksanakan tugas pemerintahan di bidang pengkajian dan penerapan teknologi. BPPT sendiri berada di bawah koordinasi Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi. Lewat kegiatan tersebut diharapkan dapat mempercepat penggunaan aspal Buton.

Workshop menghasilkan road map yang memuat tugas yang diemban oleh Pemerintah Kabupaten Buton, Pemprov Sultra, serta Kementerian teknis yang berkaitan dengan percepatan penggunaan aspal Buton dalam pembangunan dan pemeliharaan jalan seluruh Indonesia,” ucap La Bakry.

Tercatat, dari 1,667 juta ton kebutuhan nasional, aspal Buton hanya terserap sebesar 3 persen dari kebutuhan nasional. Potensi aspal Buton menurut Dirjen Bina Marga Pekerjaan Umum sekitar 667 juta ton dan dapat memenuhi kebutuhan aspal nasional selama 104 tahun.

Pertemuan Pemerintah Kabupaten Buton dengan BPPT dan Kemenkomaritim itu, La Bakry berharapan Pemerintah Kabupaten Buton dapat diberikan kewenangan mendapatkan lokasi pengelolaan aspal Buton.

Baca:   Pemkab Buton Fasilitasi Akper Sekaligus Persiapan Perguruan Tinggi Kepton

“Pada 29 Januari 2015 sudah diarahkan oleh presiden, diperintahkan kepada Kementerian BUMN dan PUPR penggunaan aspal Buton untuk dimaksimalkan,” lanjut La Bakry.

Pasokan kebutuhan aspal nasional yang diimpor pada 2016 sebesar 1.700.000 ton, pada 2017 sebesar 1.400.000, dan pada 2018 sebesar 253.000, sebagian diimpor dalam bentuk aspal minyak dan menyedot devisa sebesar Rp 9 triliun.

Pada 2015, pemakaian aspal Buton meningkat sekitar 50.000 ton. Sementara pada 2016–2019 terjadi penurunan penggunaan aspal Buton.

Data dari Asosiasi Aspal dan Beton Indonesia (AABI), penggunaan aspal Buton yang ditargetkan oleh Ditjen Bina Marga sebesar 70.000 ton hanya dapat terealisasi sebesar 20.000–30.000 ton. Sementara nilai ekspor aspal Buton yang pernah dilakukan oleh PT Kurnia (Lawele) ke Cina sebesar sekitar 126.000, 35.000, dan 42.000 ton antara 2013-2015. Nilai ekspor ini lebih besar dari nilai pemakaian aspal di dalam negeri.

Laporan: Aisyah Welina
Editor: Sarini Ido

  • Bagikan