Pj Bupati Koltim Buka Orientasi P3K

  • Bagikan
Pembukaan Orientasi P3K di Koltim. (Foto: Dok. Pemda Koltim)

SULTRAKINI.COM: Pj Bupati Kolaka Timur, Sulwan Aboenawas membuka kegiatan peninjauan Peningkatan Kapasitas dan Kinerja Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) dalam rangka keberhasilan penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan daerah.

Dilansir dari Pemkab Koltim, Sulwan Aboenawas mengatakan P3K menjadi salah satu sumber daya manusia aparatur negara yang memiliki peranan dalam menentukan keberhasilan penyelenggaraan pemerintah dan pembangunan daerah. Dalam pelaksanaan orientasi ini, dia mengharapkan dapat membentuk tanggung jawab sebagai pelayanan publik.

“Saat ini bapak/ibu merupakan bagian dari Aparatur Sipil Negara (ASN), untuk itu segala sikap dan perilaku diatur oleh peraturan perundang-undangan,” ujarnya, Rabu (13 Juli 2022).

Sesuai Peraturan Kepala Lembaga Administrasi Negara Nomor 15 Tahun 2020 tentang Pengembangan Kompetensi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja, di mana diamanahkan bahwa setiap instansi pemerintah wajib melaksanakan orientasi P3K dalam rangka pengenalan tugas dan fungsi ASN, serta pengenalan nilai dan etika instansi pemerintah.

Untuk diketahui, P3K merupakan ASN dengan status non-PNS yang diberi tugas bekerja di pemerintahan berdasarkan kontrak, dalam rangka menjalankan tugas dan fungsi pemerintah. Berbeda dengan PNS, P3K dapat langsung diangkat jabatannya. Hal itu didasarkan pada pengalamanan yang dimiliki sebelumnya, sehingga mereka siap untuk mengisi jabatan yang ada.

Baca:   Pemda Koltim Libatkan 153 Pelaku UMKM pada Pameran HUT Sultra ke-58

Berdasarkan UU Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara, PPPK adalah warga negara Indonesia yang memenuhi syarat dan diangkat sesuai perjanjian kerja dalam waktu tertentu. Untuk itulah Pemda Koltim membuat perjanjian kerja dengan pegawai P3K untuk jangka waktu lima tahun, yang setiap tahunnya akan dilakukan evaluasi kinerja sebagai bahan pertimbangan perpanjangan kontrak kerja.

Sulwan Aboenawas juga mengimbau, setelah peralihan pegawai honorer daerah menjadi P3K diharapkan dapat melakukan penyesuaian kerja dengan cepat. (C)

Laporan: Julia Dwi Sadini
Editor: Sarini Ido

  • Bagikan