Plt Bupati Koltim Jabarkan Fokus Pembangunan Jangka Menengahnya Lima Tahun Kedepan

  • Bagikan
Plt Bupati Koltim, Andi Merya Nur menyerahkan naskah RPJMD periode 2021-2026 (Foto: Hasrianty/SULTRAKINI.COM)
Plt Bupati Koltim, Andi Merya Nur menyerahkan naskah RPJMD periode 2021-2026 (Foto: Hasrianty/SULTRAKINI.COM)

SULTRAKINI.COM: KOLAKA TIMUR – Plt Bupati Kolaka Timur (Koltim), Andi Merya Nur, membuka secara resmi rapat Konsultasi Publik Rancangan Awal Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Koltim Tahun 2021-2026, Senin (12/4/2021).

Dalam sambutannya, Andi Merya menyampaikan visi dirinya bersama Almarhum H Samsul Bahri Madjid sejak awal memantapkan niat sebagai pasangan bupati dalam pembangunan Kabupaten Kolaka Timur tahun 2021-2026 yakni, ‘Sejahtera Bersama Masyarakat Kolaka Timur yang Agamis, Maju, Mandiri dan Berkeadilan’.

Sebagai upaya untuk mewujudkan visi tersebut, kata Merya, dijabarkan menjadi sepuluh misi pembangunan Koltim, yakni, peningkatan kualitas sumber daya manusia berbasis ajaran agama, ilmu pengetahuan dan teknologi (Iptek) serta budaya local.

“Maksudnya dari itu untuk melakukan pembinaan keagamaan ajaran Alagama secara benar,” kata Andi Merya.

Kemudian, peningkatan aksebilitas, pemerataan dan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat; maksudnya untuk menjamin kesehatan bagi ibu dan anak. Percepatan kualitas infrastruktur public yang memadai dan efektif; maksudnya untuk mewujudkan penataan kawasan Ibu Kota lebih baik dengan meningkatkan pembangunan infrastruktur.

Selanjutnya, penguatan tata kelola pemerintahan yang baik, bersih, dan transparan melayani masyarakat; maksudnya untuk mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik dengan meningkatkan kualitas aparatur sipil Negara.

Lalu, peningkatan ekonomi masyarakat dan produktifitas pertanian, perkebunan, penguatan umkm, koperasi dan pelaku usaha; maksudnya untuk mewujudkan penguatan kapasitas penyuluh pertanian, perkebunan, peternakan dan perikanan sehingga kompetensinya dapat diterapkan di tengah-tengah masyarakat. Penguatan peran pemerintah desa dalam pemberdayaan masyarakat; maksudnya meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pembangunan desa.

Baca:   Sinkronisasi RPJMD dan RPJMDes Solusi Percepatan Pembangunan Konsel

Terus, pembinaan dan pemberdayaan kepemudaan, olahraga dan seni budaya; maksudnya untuk meningkatkan peran dan partisipasi pemuda dalam pembangunan daerah.

Kemudian lagi, mengembangkan potensi wisata; maksudnya untuk mengembangkan sector pariwisata daerah melalui atraksi. Terwujudnya masyarakat yang aman, damai dan tertib; maksudnya untuk mewujudkan toleransi kehidupan umat beragama. Dan pengelolaan lingkungan hidup secara profesional, selaras, serasi dan seimbang untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat; maksudnya untuk mewujudkan lingkngan hidup lestari dan berkelanjutan.

“Keberhasilan pencapaian visi dan misi kami, akan diukur dari pencapaian kinerja pada aspek kesejahteraan, pelayanan umum, dan daya saling daerah. Keberhasilan kinerja yang ditunjukkan dari akumulasi pencapaian indikator outcome, dari pencapaian indicator yang member dampak dan dapat diukur satiap tahunnya,” tuturnya.

Selanjutnya kata Plt bupati, pemerataan pembangunan di wilayah Koltim, menjadi prioritas pemerintah daerah berdasarkan isu strategis dan arah kebijakan yang akan dituntaskan dalam masa RPJMD periode 2021-2026, dengan tetap mempertimbangkan kemampuan keuangan daerah, sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara umum.

Lanjutnya, aspek kesejahteraan masyarakat akan diukur melalui indikator marko yang melingkupi kebutuhan dasar msyarkat/warga Kabupaten Kolaka Timur terkait pembangunan manusia, katertiban dan ketentraman, pemerataan pendapatan, dan kesempatan kerja.

Dalam kesempatan ini, bupati mengungkapkan target kinerja ekomoni daerah 2021-2026 dalam penetapan indikator kinerja pembangunan yang akan di capai sebagai berikut:

Baca:   Raih Prestasi di STQH Sultra, Plt Bupati Koltim Tunaikan Janjinya
  1. Target pertumbuhan ekonomi dimulai 5,63 sampai dengan 6,20 pada akhir masa periode.

2. Tingkat penduduk miskin dimulai 13,17% menjadi 12,80% pada akhir masa periode.

3. Tingkat pengangguran terbuka dimulai 3,25% sampai dengan 2,95% pada akhir masa periode.

4. Indeks pembangunan manusia dimulai 66,49 sampai dengan 67,25% pada akhir masa periode.

5. Gini ratio dimulai 0,3606 sampai dengan 0,3582 pada akhir masa periode.

6. Kontribusi PDRB sector pertanian dimulai 42,06% sampai dengan 42,53 pada akhir masa periode.

Menurut Andi Merya, indikator kinerja daerah sebagai indikator kinerja utama atau sebagai alat ukur menilai kinerja organisasi, yang membantu bupati dan wakil bupati untuk pencapaian pembangunan daerah, indikator ini juga yang mengukur kemampuan daerah, dalam mencapai pertumbuhan yang berkelanjutan dengan didukung oleh pertumbuhan sektor pertanian serta sektor unggulan lainnya.

“Kami optimis Kabupaten Kolaka Timur akan terus berkembang, maju, dan sejahtera walaupun satu-satunya kabupaten yang akan tidak memiliki wilayah laut di Provinsi Sulawesi Tenggara,” jelasnya optimis. (B)

Laporan: Hasrianty
Editor: Hasrul Tamrin

  • Bagikan