Sultra Diprediksi Akan Menjadi Penyuplai Baterai Mobil Listrik Terbesar Dunia

  • Bagikan
Kadis DPM PTSP Sulawesi Tenggara, Parinringi (Foto: Ist) 
Kadis DPM PTSP Sulawesi Tenggara, Parinringi (Foto: Ist)

SULTRAKINI.COM: KENDARI Sulawesi Tenggara (Sultra) diprediksi kedepannya akan menjadi salah satu produsen penyumbang baterai mobil listrik terbesar di dunia.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Sulawesi Tenggara, Parinringi menuturkan, Sultra bisa menjadi produsen baterai untuk mobil listrik terbesar karena potensi nikel sebagai bahan baku pembuatannya terdapat di Sultra dan itu terbesar di Indonesia.

Di Sultra sendiri kata dia, telah digagas pendukung industri tersebut, yaitu IKIP (Indonesia Konawe Indutrial Park) yang nantinya industri tersebut akan menyuplai bahan baku pembuatan baterai listrik.

Dengan pembuatan kawasan industri yang bertempat di Routa, Kabupaten Konawe, maka hal ini akan membawa dampak positif utamanya pada pertumbuhan perekonomian daerah.

“Jika IKIP telah beroperasi maka otomatis akan menyerap tenaga kerja lokal yang akan berdampak pada menurunnya tingkat pengangguran di Sultra. Bukan hanya itu perputaran ekonomi juga akan semakin baik,” ujar Parinringi, Rabu (22/9/2021).

Ia juga menambahkan, bahwa Sultra telah siap dalam membangun industri tersebut namun yang menjadi persoalan selanjutnya apakah masyarakat mendukung penuh atas kehadiran industri terbarukan tersebut.

“Karena tanpa ada dukungan dari masyarakat serta seluruh komponen maka sebesar apapun ide dan gagasan yang direncanakan tak akan mungkin terlaksana. Jadi semuanya harus mendukung setiap investasi yang masuk di Sultra terutama investor besar,” ucapnya.

Baca:   Sulkarnain Melantik Sekda Kota Kendari di Pinggir Teluk
Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis UHO, Prof Arifuddin Mas’ud (Foto: Al Iksan/SULTRAKINI.COM)

Klik gambar diatas untuk melihat jadwal tes

Menanggapi hal tersebut, Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Halu Oleo (UHO), Prof Arifuddin Mas’ud mendukung penuh kehadiran industri tersebut.

Namun kata dia, yang menjadi catatan bagi pemerintah selanjutnya adalah bagaimana melakukan sosialisasi kepada masyarakat akan energi terbarukan itu.

Kemudian permasalahan lainnya juga timbul terkait dengan Sumber Daya Manusia (SDM).

“Karena dalam membangun industri itu tentunya SDM nya juga harus mempunyai keahlian dalam bidang tersebut,” paparnya, Rabu (22/9/2021).

Sehingga menurutnya, Sultra tidak boleh menutup diri terkait dengan kemampuan SDM yang dimiliki.

“Langkah awal tentunya kita pasti membutuhkan SDM dari luar, namun setelah berjalannya waktu tenaga kerja lokal dapat belajar ilmunya, setelah memiliki kemapanan dan kemandirian dalam hal pengetahuan, sehingga kita bisa berdiri diatas kaki sendiri,” terangnya.

Untuk diketahui, PT IKIP merupakan industri pemurnian nikel dan pabrik baterai lithium, yang memiliki luas kawasan industri sekitar 3.500 hektar. (B)

Laporan: Al Iksan
Editor: Hasrul Tamrin

  • Bagikan