5 Bahaya Mengonsumsi Telur Berlebihan bagi Kesehatan

  • Bagikan
Ilustrasi

SULTRAKINI.COM: Telur merupakan makanan dengan gizi cukup lengkap. Selain mengandung protein, telur memiliki karbohidrat, vitamin, dan mineral yang berguna bagi tubuh. Tetapi tahu Anda jika terlalu sering mengonsumsi telur bisa berbahaya bagi kesehatan?

Dilansir dari berbagai sumber, selain pelengkap nutrisi bagi tubuh, mengonsumsi terlalu banyak telur juga mendatangkan dampak buruk bagi kesehatan. Berikut beberapa efek sampingnya.

Meningkatkan kolestrol

Walaupun mengandung protein yang baik untuk tubuh. Batas maksimal mengonsumsinya adalah enam butir. Namun jumlah ini tetap harus diimbangi dengan aktivitas olahraga karena telur merupakan sumber lemak jenuh yang terbukti meningkatkan kadar kolesterol jahat (LDL) dan meningkatkan risiko penyakit jantung.

Dapat menyebabkan risiko diabetes

Kandungan lemak dalam telur dapat memicu penyakit diabetes. Dalam penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Atherosclerosis menunjukkan mereka yang mengonsumsi telur paling banyak meningkatkan risiko diabetes hingga 68 persen.

Alergi

Jika Anda memiliki alergi pada makanan, mengonsumsi telur dapat berpotensi menimbulkan reaksi alergi. Hal ini disebabkan oleh sistem imun yang bereaksi secara berlebihan terhadap protein telur. Gejala yang ditimbilkan, seperti ruam merah, batuk, napas mengi, hingga sesak napas.

Kelebihan berat badan

Telur mengandung 75 kalori perbutirnya. Jika Anda sering mengonsumsi telur dapat memicu masalah berat badan. Sebab, tingginya kalori dalam telur membuat berat badan semakin naik. Selain itu, kandungan lemak yang tinggi pada telur bisa membuat berat badan juga semakin bertambah.

Baca:   Sering Lewatkan Sarapan? Hati-hati Penyakit Berbahaya Menghantui Kesehatan Tubuh

Menimbulkan jerawat

Meski tidak langsung jadi penyebab jerawat, tetapi telur membuat jerawat semakin bertambah parah. Pola makan yang tinggi daging dan telur, biasanya mengandung karbohidrat yang dapat meningkatkan peradangan dalam tubuh.

Peradangan akan membuat laju produksi kelenjer minyak meningkat, sehingga membuat kulit berminyak, mengundang bakteri, dan memicu timbulnya jerawat di kulit. (C)

Laporan: Tian
Editor: Sarini Ido

  • Bagikan