CSR ANTAM dan Kesehatan Berbasis Masyarakat

Telah sejak lama CSR (Corporate Social Responsibility) di sektor kesehatan bagi masyarakat digaungkan, berakar dari poin-poin Social Determinants of Healths (SDoH) yang diajukan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dalam Piagam Ottawa, Kanada pada tahun 1986, yang mana CSR diharapkan akan berkontribusi melalui peningkatan peran stakeholder secara keseluruhan (pemangku kepentingan internal dan eksternal) menggunakan pendekatan sosial dan multisektorial.

Sejauh ini program CSR di bidang kesehatan telah menjadi perhatian perusahaan-perusahaan besar dunia. Sebagai contoh yang kreatif, Fly Emirates, sebuah perusahaan penerbangan, telah menawarkan ‘rumah sakit terapung’ yang dinamakan Kapal Rumah Sakit Persahabatan, untuk memberikan bantuan medis kepada orang-orang yang terkena dampak banjir ketika musim hujan di wilayah pinggiran yang miskin di Bangladesh. Melalui program tersebut, CSR milik Fly Emirates tentu saja bersinergi dengan berbagai komunitas masyarakat agar menjamin keberlanjutan programnya.

Keberadaan CSR PT. ANTAM di Sulawesi Tenggara yang selama 50 tahun turut berkontribusi bagi pembangunan daerah diharapkan juga dapat memaksimalkan sinergi dengan berbagai pihak dalam rangka mendorong pembangunan kesehatan berbasis masyarakat. Contoh yang paling sederhana adalah melalui program-program terpadu, CSR PT. ANTAM di Sulawesi Tenggara dapat menciptakan jejaring komunitas di masyarakat yang peduli terhadap kesehatan di lingkungan mereka masing-masing.

Sejauh ini, CSR PT. ANTAM di Sulawesi Tenggara telah berperan aktif dalam pembangunan bidang kesehatan, contohnya seperti dengan turut serta membantu pemerintah daerah untuk membangun beberapa rumah sakit, memberikan pelatihan kepada tenaga kesehatan, serta kegiatan-kegiatan lain yang berhubungan dengan kesehatan di lingkungan masyarakat. Sinergi seperti ini tentu sangat bermanfaat bagi peningkatan infrastruktur kesehatan. Sebab, dengan infrastruktur yang memadai, akses masyarakat terhadap kesehatan menjadi lebih mudah.

 

Dinamika dan Tantangan

Kesehatan menjadi isu penting di abad milenium ini, tidak hanya di provinsi Sulawesi Tenggara tetapi juga di seluruh penjuru dunia. Kesehatan adalah kebutuhan paling mendasar umat manusia yang harus dijamin keterjangakauannya. Namun begitu, dengan perkembangan zaman yang demikian cepat dan pesat, dinamika di bidang kesehatan menjadi semakin kompleks dan memunculkan tantangan-tantangan baru, seperti angkat kesakitan yang semakin meningkat, munculnya penyakit baru, minimnya tenaga kesehatan hingga bahkan perubahan kebijakan di bidang kesehatan itu sendiri. Oleh karenanya, CSR PT. ANTAM Sulawesi Tenggara perlu untuk melihat ini secara mendalam untuk kemudian merumuskannya dalam bentuk program terpadu yang lebih sinergis.

Berdasarkan Rencana Strategis (Renstra) Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan tahun 2013-2018, masih banyak tantangan kesehatan yang harus dihadapi daerah ini yang tentu saja tidak mungkin teratasi dalam waktu yang singkat. Tingginya angka kematian bayi, angka kematian ibu, masalah gizi buruk, hingga angka kesakitan yang belum mampu dikurangi secara signifikan semakin diperparah dengan masalah disparitas derajat kesehatan antar wilayah dan juga pembiayaan di sektor kesehatan. Jika semuanya ini dibebankan ke pemerintah daerah, tentu saja akan sulit teratasi.

Selain itu, akses terhadap layanan kesehatan di provinsi Sulawesi Tenggara yang belum maksimal menjadi tantangan yang harus menjadi prioritas untuk diatasi. Sebagai pembanding, jumlah Puskesmas di provinsi Sulawesi Tenggara berdasarkan rilis BPS pada tahun 2016 hanya sebanyak 279 yang tentu saja masih kurang jika harus melayani 2,5 juta jiwa penduduk Sulawesi Tenggara. Jumlah rumah sakit pun hanya sekitar 32, itupun hanya sebagian kecilnya yang secara infrastruktur memungkinkan terwujudnya standar pelayanan minimal. Semua tantangan tersebut semakin diperparah dengan tingkat kesadaran masyarakat yang rendah terhadap keberadaan lingkungan yang sehat, seperti sanitasi yang buruk, pola hidup, dan lain sebagainya.

Dinamika seperti ini harus ditanggapi oleh CSR PT. ANTAM Sulawesi Tenggara dengan program-program yang lebih berkelanjutan, menyusul program-program di bidang kesehatan yang sebelumnya telah banyak diimplementasikan. Salah satu yang mungkin bisa diaplikasikan adalah bersama-sama pemerintah daerah mendorong program kesehatan berbasis masyarakat, disamping program yang lebih teknis yang menjadi domain milik pemerintah daerah.

 

Proyek Kesinambungan Manusia

Konsep pelibatan masyarakat dalam program CSR ditegaskan oleh Jim Ife dalam bukunya yang berjudul Community Development: Community-Based Alternatives in An Age of Globalization (1995), di mana salah satu prinsip paling mendasar adalah prinsip partisipasional (participation). Prinsip ini mengedepankan alternatif perbaikan kehidupan lingkungan dengan pendekatan berbasis komunitas, partisipasi ini juga harus didasarkan pada kesanggupan masing-masing. Artinya bahwa setiap orang dan setiap komunitas dipersilahkan untuk berpartisipasi dengan cara yang berbeda-beda, sesuai dengan latarbelakangnya dan kemampuannya masing-masing.

Demikian pula program kesehatan berbasis masyarakat yang bisa diimplementasikan dalam setiap kegiatan CSR PT. ANTAM Sulawesi Tenggara, tentu saja membutuhkan partisipasi aktif dari komunitas masyarakat ataupun setiap stakeholder yang berkepentingan. CSR PT. ANTAM dapat memberdayakan setiap sumberdaya setempat sesuai dengan kemampuan dan kapasitas yang dimilikinya. Adapun prinsip-prinsip yang bisa menjadi acuan dalam program ini adalah;  a). Meningkatkan peran serta masyarakat termasuk swasta pada semua tingkatan; b). Membina kepemimpinan yang berorientasi kesehatan dalam setiap organisasi kemasyarakatan. c). Memberi kemampuan, kekuatan dan kesempatan yang lebih besar kepada organisasi kemasyarakatan untuk berkiprah dalam pembangunan kesehatan dengan kemampuan sendiri; dan, d). Meningkatkan kepedulian LSM terhadap upaya pemerataan pelayanan kesehatan.

Hampir sebagian dari prinsip-prinsip diatas telah diimplementasikan oleh CSR PT. ANTAM di Sulawesi Tenggara, pada tahap selanjutnya perlu didorong untuk lebih serius lagi menggenapkan prinsip-prinsip tersebut agar lebih berkelanjutan dan dapat menjangkau lebih banyak lagi masyarakat di provinsi Sulawesi Tenggara.

Hal ini tentu saja sangat penting, karena kita tahu bersama jika kehidupan sosial, sektor kesehatan dan keterjangkauannya oleh masyarakat harus benar-benar mendapatkan perhatian, karena masyarakat bisa menjadi cerminan suatu negara. Negara telah menjamin kesehatan setiap warganya melalui konstitusi dalam UU No.23 Tahun 1992 tentang Kesehatan. Kesehatan sebagai salah satu unsur kesejahteraan umum harus diwujudkan sesuai dengan cita-cita bangsa Indonesia berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945. Jika CSR PT. ANTAM di Sulawesi Tenggara terus menyeriusi hal ini maka proyek kesinambungan manusia akan terlaksana dalam perspektif pertanggungjawaban sosial dengan standar moral yang sangat tinggi dari CSR PT. ANTAM itu sendiri.

 

Penulis: Iva Alva Yunita

Penulis adalah mahasiswi di kampus Bina Husada Kendari

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.