SUARA

Ekspor Sultra Naik 51,96 Persen, Komoditas Besi dan Baja Tertinggi

SULTRAKINI.COM: KENDARI – Badan Pusat Statistik Provinsi Sulawesi Tenggara mencatat nilai ekspor pada Mei 2020 mengalami kenaikkan sebesar 51,96 persen dibanding April 2020, yaitu US$118,16 juta menjadi US$179,56 juta. Sedangkan volume ekspor tercatat naik 46,14 persen dibanding April 2020, yaitu 93,10 ribu ton menjadi 136,05 ribu ton.

Jika dicermati perkembangannya, nilai ekspor langsung di Provinsi Sultra pada Mei 2020 mengalami kenaikkan 77,89 persen dibanding April 2020, yaitu dari US$94,52 juta menjadi US$168,15 juta. Sedangkan volumenya naik 59,33 persen dari 82,15 ribu ton pada April 2020 menjadi 130,89 ribu ton pada Mei 2020.

Kepala BPS Sultra, Mohammad Edy Mahmud, menyampaikan secara kumulatif total ekspor Sultra Januari-Mei 2020 tercatat US$714,35 juta atau naik 9,50 persen dibanding periode yang sama pada 2019. Sebaliknya, volume ekspor kumulatif Januari-Mei 2020 mengalami penurunan 88,83 persen dibanding Januari-Mei 2019, yaitu 4.724,93 ribu ton menjadi 527,62 ribu ton.

“Ekspor Sultra Mei 2020 didominasi oleh kelompok komoditi besi dan baja dengan nilai US$177,87 juta; selanjutnya kelompok komoditi ikan dan udang di urutan kedua dengan nilai US$0,73 juta; dan kelompok komoditi bahan bakar mineral di urutan ketiga dengan nilai US$0,57 juta,” jelas Edy, Rabu (1/7/2020).

Kenaikkan terbesar ekspor Sultra pada Mei 2020 dibanding April 2020 terjadi pada kelompok komoditas besi dan baja senilai US$61,32 juta (52,61 persen).

yamaha

Secara kumulatif Januari-Mei 2020, negara tujuan ekspor utama Sultra, yakni Tiongkok, India, Korea Selatan, Amerika Serikat, dan Belgia. Masing-masing dengan nilai US$661,62 juta, US$33,45 juta, US$10,75 juta, US$2,18 juta, dan US$2,02 juta. Peranan kelima negara tersebut mencapai 99,39 persen dari total ekspor Sultra pada periode Januari-Mei 2020.

Naiknya ekspor Sultra pada Mei 2020 dibanding April 2020 dipengaruhi oleh naiknya ekspor ke negara tujuan utama, yaitu Tiongkok dan Korea Selatan.

“Ekspor ke Tiongkok naik senilai US$63,42 juta (naik 55,83 persen) dan Korea Selatan naik senilai US$0,49 juta (naik 94,32 persen),” kata Edy.

Menurut sektor ekonomi, ekspor Sultra Mei 2020 didominasi oleh sektor industri pengolahan sebesar US$178,93 juta (99,64 persen) dan sisanya sektor pertanian US$0,07 juta (0,04 persen), serta sektor pertambangan US$0,57 juta (0,32 persen).

“Di lihat dari kontribusinya terhadap ekspor Januari-Mei 2020, ekspor produk industri pengolahan berkontribusi sebesar 99,06 persen, ekspor produk pertambangan 0,38 persen, dan sisanya 0,56 persen adalah kontribusi dari ekspor produk pertanian,” tambahnya. (B)

Laporan: Wa Rifin
Editor: Sarini Ido

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.