SULTRAKINI.COM: KENDARI - Tindakan penganiayaan yang menimpa salah saeorang warga di Kota Kendari oleh orang tidak dikenal (OTK), penyebabnya telah diketahui oleh kepolisian. Darwin (30) korban penganiayaan dalam insiden tersebut, tidak dianiaya karena persoalan politik melainkan dipicu masalah pribadi.

Kapolres: Penganiayaan Dipicu Masalah Pribadi Bukan Soal Politik
Kapolres Kendari, AKBP Jemi Junaedi. (Foto: Wayan Sukanta/SULTRAKINI.COM)

Kapolres Kendari, AKBP Jemi Junaedi mengatakan korban dan pelaku  merupakan sama-sama berasal dari salah satu simpatisan pasangan calon (Paslon). Penganiayaan tersebut tidak berkaitan dengan persoalan politik melainkan ada masalah pribadi diantara mereka.

"Jadi kita sudah identifikasi bahwa korban dianiaya bukan karena adanya persoalan beda dukungan maupun persoalan politik, tetapi murni penganiayaan yang berakar dari permasalah pribadi yang sudah lama. Selain itu, keduanya juga berasal dari masa pendukung yang sama dari salah satu Paslon," ujar Jemi kepada SultraKini.Com, Kamis (11/1/2018).

(Baca: Dua Fakta Jelang Pendaftaran Pasangan AMAN ke KPU)

Jemi menambahkan, kasus tersebut saat ini telah ditangani oleh pihak kepolisian, menindaklanjuti laporan pengaduan yang telah diajukan oleh korban.

"Kita tindaklanjuti laporan pengaduannya dan masih dalam tahap lidik oleh anggota kami. Kita masih menunggu hasilnya seperti apa nanti karena kepolisian masih melakukan beberapa upaya untuk kasus ini," jelas perwira dengan pangkat dua melati di pundaknya itu.

Seperti diberitakan sebelumnya, Darwin menjadi korban pemukulan oleh OTK di Jalan Supu Yusuf, Kecamatan Mandonga, Kota Kendari pada Rabu (10/01/2018).

Insiden itu terjadi sekira pukul 11.30 Wita, saat korban hendak memakirkan kendaraannya. Namun secara tiba-tiba pelaku datang dan menghakimi korban tanpa diketahui penyebabnya. Akibat penganiayaan itu, korban mengalami luka pada bagian kelopak mata dan hidung.


Laporan: Wayan Sukanta

Tanggapan Anda?

Facebook Conversations