Pemikiran Bengkok Jalan Tengah

Baru saja, sebanyak 231 ulama, cendekiawan, aktifis utusan dari berbagai Negara dan organisasi internasional berkumpul untuk mengikuti the World Peace Forum. Bertemakan “The Middle Path For the World Civilizations.” Hadir Din Syamsuddin. Menteri Luar Negeri Retno Marsudi yang membuka acara tersebut.

Dalam sambutannya, Retno mengungkapkan “Jadi saya kira Forum ini bagus ya. Membuka tokoh-tokoh, tidak saja tokoh agama, tapi juga civil society untuk berbicara mengenai masalah middle path.” (Hotel Sultan, Jakarta, Selasa 14/8/2018. Sumber: KUMPARAN)

Ini merupakan pertemuan ke tujuh setelah tahun-tahun sebelumnya. Pertemuan tokoh-tokoh penting dari 43 Negara untuk membincangkan permasalahan global dan peradaban dunia.

Salah satu poin yang menjadi perbincangan pertemuan mereka adalah dikarenakan saat ini tengah terjadi krisis peradaban dunia. Mereka memandang, adanya krisis yang mengarah pada egosentisme juga populisme politik yang berdasarkan pada agama atau suku dan etnis yang mengakibatkan melemahnya nilai-nilai Demokrasi.

Sehingga, “Jalan Tengah” mereka anggap sebagai solusi untuk menyelesaikan krisis demikian. Karena jalan tengah menyediakan suasana keadilan, toleransi, kompromi, inklusi dan pluralisme.

Setelah mengetahui berita diatas. Hati saya terasa terenyuh dengan gagasan baru yang terkesan memojokan Ideologi Islam. Namun disisi lain, saya semakin yakin, kalau perjuangan penegakan syariah Islam dalam bingkai khilafah bukan proyek yang main-main, melainkan mega proyek kaum Muslim yang tengah diperhitungkan oleh para pemikir dunia.

Kita kini tengah menyaksikan, kegelisahan system adidaya yang tengah mencengkram negeri-negeri Muslim diseluruh dunia. Sistem Kapitalis Sekular. Mereka yang selalu menjajah negeri-negeri Muslim baik dengan senjata maupun pemikiran, kian gelisah karena melihat keseriusan kaum Muslim dalam mendominasikan ajaran agamanya ditengah-tengah kehidupan.

Sehingga, mereka yang selalu memusuhi Islam mencoba membenturkan ajaran Islam dengan situasi dan konsisi masyarakat yang beraneka ragam suku juga agama. Seakan-akan Islam adalah agama ekstrim yang akan meniadakan agama lain selainnya.

Ini adalah upaya mereka, melalui kaki tangan mereka, menghalang-halangi kebangkitan ideology Islam yang tengah diperjuangkan kaum Muslim. Karena sangat jelas, gagasan “Jalan Tengah” ingin mencabut satu persatu visi dan misi kaum Muslim untuk menggolkan Islam sebagai aturan dunia (menggantikan system Kapitalisme). Juga harus dimengerti, bahwa gagasan baru ini sangat bertentangan dengan nilai-nilai Islam. Hal yang paling menonjol adalah, Islam tidak mengakui adanya Pluralisme. Islam juga tidak mengakui adanya kompromi antara kebenaran dan keburukan sebagai mana yang mereka usungkan yakni Sekularisme (Pemisahan agama dari kehidupan dan Negara).

Sebagaimana Allah Swt berfirman, “Wahai orang-orang yang beriman, masuklah kamu kedalam Islam secara keseluruhan, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syetan. Karena sesungguhnya, syetan adalah musuh yang nyata bagimu.” (TQS. Al Baqarah: 208)

Teruslah berjuang saudaraku. Teruslah melangkah, menulis dan melisankan kebenaran Islam. Jangan sampai kita kalah cepat satu langkahpun dengan musuh-musuh Islam. Waallahu ‘alamu bishowab.

 

Oleh: Siti Maisaroh, S.Pd

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.