Catatan Pengamat Ekonomi Nasional Abdul Rahman Farisi untuk Kadin Sultra

  • Bagikan
Pengamat Ekonomi Nasional, Abdul Rahman Farisi (Foto: Ist)
Pengamat Ekonomi Nasional, Abdul Rahman Farisi (Foto: Ist)

SULTRAKINI.COM: KENDARI – Ketua Umum dan Pengurus Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Sulawesi Tenggara (Sultra) periode 2021-2026 telah dilantik oleh Ketua Umum Kadin RI, Rosan Perkasa Roeslan, pada Selasa (30/3/2021). Pengamat Ekonomi Nasional beri catatan khusus kepada Kadin Sultra.

Pengamat Ekonomi Nasional, Abdul Rahman Farisi mengatakan Kadin Sultra memiliki peran yang esensial dalam tatanan perekonomian di Bumi Anoa. Kadin akan turut andil meningkatkan ekonomi daerah.

Menurut dia, Sultra kaya akan sumber daya alam (SDM), mulai dari pertanian, perikanan, perkebunan, pertambangan dan kekayaan lainnya. Olehnya itu, Kadin mesti bermain pada apsek hilir.

Hal itu kata Abdul Rahman Farisi, menjadi catatan penting yang perlu dilakukan oleh Kadin Sultra kedepan. Dunia usaha diramu dalam bentuk transformasi ekomomi yang berkualitas dengan menciptakan mata rantai bisnis yang memberikan manfaat ekonomi. Jangan terjebak pada mata rantai yang hanya menambah marginal cost tanpa ada tambahan manfaat.

“Lebih mendalam Kadin harus melihat kegiatan ekonomi sebagai proses hilirisasi. Mulai dari soal pertambangan mineral, hasil pertanian, perikanan sampai produk UMKM. Artinya diinisiasi secara menyeluruh pada lingkaran ekonomi di Sultra,” ujarnya, Kamis (1/4/2021).

Pria yang akrab disapa ARF itu juga menilai, saat ini pengelolaan SDA masih lebih dominan menjual bahan mentah. Padahal jika serius, Sultra bisa menciptakan terobosan inovasi baru canggih untuk menciptakan teknologi menuju kemandirian ekonomi.

Baca:   Aparat Gabungan Perketat Penjagaan Musprov Kadin Sultra

“Artinya berusaha dengan kuat mendorong pembangunan industri pengolahan bahan yang dikonversi menjadi siap pakai. Ini meliputi semua aspek ekonomi strategi. Baik pertambangan, pertanian, aspal, perikanan, perkebunan dan lain-lain,” jelasnya. 

“Jangan kita hanya menjual bahan mentah. Saatnya dimulai di Sultra oleh para pelaku ekonomi Sultra yang terhimpun di Kadin. Tentu itu terkait strategi bisnis. Salah satu pilihannya adalah bermitra dengan perusahaan yang sudah menguasai teknologi produksi, lalu menyiapkan alih teknologi dan lain-lain,” tandasnya. (C)

Laporan: La Niati
Editor: Hasrul Tamrin

  • Bagikan