HPS ke-39 Ditutup, Pemprov Sultra Ketiban Banyak Berkah

  • Bagikan
Direktur Perbenihan Kementan, Sukarman saat membawakan sambutannya pada pemutupan HPS ke-39. (Foto: La Niati/SULTRAKINI.COM)
Direktur Perbenihan Kementan, Sukarman saat membawakan sambutannya pada pemutupan HPS ke-39. (Foto: La Niati/SULTRAKINI.COM)

SULTRAKINI.COM: KENDARI – Peringatan Hari Pangan Sedunia ke-39 di Provinsi Sulawesi Tenggara resmi ditutup, Selasa (5/11/2019). HPS kali ini dianggap berkah tersendiri bagi Sultra, utamanya di aspek pembangunan daerah.

HPS ke-39 ditutup langsung oleh Gubernur Provinsi Sultra, Ali Mazi diwakili Penjabat Sekda Sultra, La Ode Mustari. Ajang memamerkan pangan maupun hasil pangan ini dianggap berkah bagi Sultra. Sebab hadirnya pemda dan banyaknya elemen dari luar provinsi turut ambil bagian mempromosikan pangan serta olahan pangan khas daerah masing-masing.

“Hadirnya peserta HPS dan partisipan lainnya di luar Sultra memicu tingkat perputaran uang, mulai dari peningkatan hunian hotel dan penyewaan rumah warga sebagai rumah singgah, meningkatkan penjualan hasil olahan industri kecil, meningkatnya pengunjung warung makan, termasuk penyewaan kendaraan,” jelas La Ode Mustari.

(Baca juga: HPS Ke-39 di Sultra Raih Rekor Stand Terbanyak)

Mustari menyampaikan, makna terkandung dari peringatan HPS adalah bagaimana saling mengingatkan bahwa kekuatan setiap negara ditentukan kesadaran untuk terus menjaga kedaulatan dan membangun kemandirian pangan secara terpadu, melalui pemenuhan kebutuhan bahan pangan yang aman dan sehat bagi seluruh masyarakat di tengah ancaman krisis pangan dunia.

HPS juga menjadi wahana meningkatkan kesadaran kolektif dan perhatian semua pemangku kepentingan akan pentingnya penanganan masalah pangan, baik tingkat lokal, regional, nasional maupun global secara berkelanjutan.

Baca:   Butuh Oleh-oleh Khas Kendari? Mampir saja ke Stan Dekranasda

“Sebagai tuan rumah, Pemprov telah berusaha secara maksimal dengan sumber daya yang ada. Semoga apa yang diupayakan tersebut menambah spirit pengabdian kepada masyarakat,” ucapnya.

Di tempat yang sama, Direktur Jenderal Hortikultura Kementan, Prihasto Setyanto yang diwakili oleh Direktur Perbenihan Kementan, Sukarman, menerangkan pelaksanaan HPS di Sultra berjalan lancar berkat kerja keras dan kerja sama semua pihak, mulai dari Kementan, pemprov Sultra hingga Pemda.

“Pada pembukaan HPS ke-39 di Desa Puudambu, Kecamatan Angata dihadiri lebih dari 50.000 peserta, 12 gubernur atau wakil gubernur, anggota DPR RI, dan DPRD, 71 bupati/wali kota se-Indonesia, 16 duta besar serta organisasi internasional, serta kementerian dan petani,” terang Sukarman.

Gelar inovasi teknologi yang dipamerkan, yaitu teknologi budidaya dan pengolahan kakao, gelar berbagai varietas unggul komoditas pertanian, bimbingan teknologi pada petani dan petugas. Pameran diikuti oleh pusat dan daerah sebanyak 266 stand pameran dan 88 stand kuliner.

Sementara, Diplomatik tour dihadiri sebanyak 16 duta besar atau perwakilan negara sahabat dan enam organisasi internasional. Agendanya mengunjungi Desa Labela, Kecamatan Besulutu, Kabupaten Konawe. Kunjungan ini memberikan manfaat bahwa komoditas sagu sebagai bahan pangan pengganti beras.

“Selama tiga hari pameran total pengunjung sebanyak 82.975 orang. Seminar nasional diikuti sebanyak 527 orang dari unsur Pemda, swasta, peneliti, dosen, mahasiswa, penyuluh, dan masyarakat umum,” tambhanya.

Baca:   Stikes Karya Kesehatan Kendari juga Sambut HPS, Semangati Masyarakat Konsumsi Pangan Lokal

(Baca: Animo Masyarakat Tinggi, Pengunjung Pameran Pangan HPS ke-39 Capai 82.975 Orang)

Laporan: La Niati
Editor: Sarini Ido

  • Bagikan