Juara pada Dua Kategori, UHO Peringkat 7 Nasional Abdidaya 2021

  • Bagikan
Tim UKM Ketahanan Nasional UHO (Foto: Ist) 

SULTRAKINI.COM: KENDARI – Mahasiswa dan dosen Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari kembali mencatatkan prestasi gemilang di tingkat nasional. Mereka berhasil meraih peringkat ke 7 di ajang Abdidaya 2021 yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) RI di IPB University pada Senin, 6 Desember 2021.

Peringkat tersebut diraih setelah UHO berhasil meraih juara 1 pada kategori Dosen Pendamping Program Holistik Pembinaan dan Pemberdayaan Desa (PHP2D) oleh Nur Isiyana Wianti. Serta, juara 2 di kategori Ormawa PHP2D yaitu Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Ketahanan Nasional UHO.

Abdidaya 2021 ini diikuti oleh 113 perguruan tinggi dari seluruh Indonesia dengan total 240 tim yang dibagi dalam enam skema yaitu 4 skema PHP2D, 1 skema P3D, dan 1 skema Wiradesa.

Adapun judul proposal yang dijalankan oleh Tim UKM Ketahanan Nasional untuk mengikuti kegiatan PHP2D adalah “Pemberdayaan Perempuan untuk Meningkatkan Keberdayaan Rumah Tangga Nelayan Menghadapi Kerentanan di Musim Angin Timur melalui Inovasi Pemanfaatan Limbah Kopra”.

UHO berada di urutan 7 pada ajang nasional Abdidaya 2021 (Foto: Ist)

Adapun anggota tim dari UKM Ketahanan Nasional UHO sebanyka 10 orang, yakni Siti Mei Inda Sari sebagai Ketua Tim Program, Lini Qeuntin, Nur Adzy Mahdalena, Rania Alini Az Zahra, Fadilah Nasyratullah, La Ode Muhammad Alfan, Syahrul Alhadi, Andi Nurfauzan, Harmoko, MN. Fajar Maga, serta Nur Isiyana Wianti selaku dosen pembimbing.

“Jadi dalam Abdidaya 2021 terdapat 4 kategori yang dinilai yakni support sistem, nitra desa, dosen pendamping dan ormawa. Alhamdulilah pada kesempatan ini kami mendapat juara 1 dosen pendamping dan juara 2 kategori ormawa, untuk peringkat perguruan tinggi kami masuk 10 besar,” ungkap Ketua Tim Program Siti Mei Inda Sari, Rabu (8/12/2021).

Baca:   Mayjen TNI Agus Surya Bakti: Energi Tidak Stabil Jadi Ancaman

Dirinya, mengaku tidak menyangka bisa meraih prestasi ini, dan dapat bersaing dengan tim yang berasal dari perguruan tinggi lain, mengingat tim yang lolos di ajang tersebut merupakan unggulan dari kegiatan PHP2D ini. Kendati demikian, timnya tetap optimis bisa tampil lebih baik dibanding dengan peserta lain karena didukung oleh banyak pihak.

“Untuk alasan kenapa kami bisa juara itu karena Allah mudahkan dan juga tidak lepas dari usaha tim dan arahan dosen pendamping bahkan dukungan dari pihak Kemahasiswaan UHO serta dukungan dari pemerintah Desa Lambangi, Kabupaten Konsel selaku lokasi pemberdayaan dengan kuatnya kolaborasi dan kerja sama yang di bangun sehingga kami sampai di titik ini,” ujar Mei.

Diketahui, Abdidaya 2021 merupakan puncak dari pelaksanaan berbagai program pengabdian yang diadakan oleh Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa) Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Ditjen Dikti) Kemendikbudristek RI sebagai wadah bagi seluruh unsur peserta untuk mempresentasikan dan saling berkomunikasi melalui program desa binaan di skala nasional.

Peserta dalam kegiatan ini adalah organisasi kemahasiswaan, lembaga mitra desa, dosen pendamping, dan sistem pendukung dalam pelaksanaan PHP2D, Pengembangan Pemberdayaan Desa (P3D) dan Program Wirausaha Desa (Wira Desa) yang mendapat hibah dana dari Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Kemdikbud Ristek RI pada tahun 2021. (B)

Baca:   Tim Tiga Puluh Guru Besar UHO: Muhammad Zamrun Terbukti Plagiat

Laporan: Al Iksan
Editor: Hasrul Tamrin

  • Bagikan