Kasus Covid-19 di Kendari Meningkat, Munas Kadin Disarankan Ditunda Jika Tidak Perketat Prokes

  • Bagikan
Muh. Fajar Hasan, (Foto: Ist)
Muh. Fajar Hasan, (Foto: Ist)

SULTRAKINI.COM: KENDARI – Kasus Covid-19 di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra) terus meningkat. Berdasarkan data gugus tugas Covid-19 per Rabu, 23 Juni 2021, kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Kota Kendari bertambah 46 orang, dari sebelumnya 151 menjadi 197 kasus. Untuk itu, Munas Kadin Indonesia di Kendari disaranr agar ditunda.

Pasalnya, kondisi ini mengundang kekhawatiran berbagai pihak sehubungan dengan agenda Munas Kadin yang rencananya akan dilaksanakan di Kota Kendari dan bakal dihadiri oleh Presiden RI Joko Widodo pada 30 Juni 2021 atau akhir bulan ini.

Ketua Harian Jaringan Indonesia (Jari) Sulawesi Tenggara (Sultra), Muhammad Fajar Hasan menyampaikan, Munas Kadin yang rencananya akan dilaksanakan di Kota Kendari sejatinya akan menjadi berkah bagi masyarakat Kota Kendari terutama dalam membangkitkan pertumbuhan ekonomi bagi pelaku UMKM.

Hanya, kata dia, wajar saja jika kemudian masyarakat khawatir jangan sampai Munas Kadin ini menjadi kluster baru penyebaran Covid-19. Pasalnya, Munas Kadin ini akan dihadiri perwakilan dari berbagai provinsi se- Indonesia.

“Kita mendukung pelaksanaan Munas Kadin di Kota Kendari, karena ini akan memberikan multiplier efek bagi pelaku usaha di daerah ini. Namun demikian, ada hal penting yang harus menjadi bahan pertimbangan, ini menyangkut kemaslahatan banyak orang,” terang Fajar Hasan dalam siaran persnya, yang diterima, Kamis (24 Juni 2021).

Baca:   Personel Polda Sultra Vaksinasi Covid-19 Tahap Dua

Disamping itu, lanjut dia, selama ini pemerintah daerah sudah bersusah payah memerangi penyebaran Covid-19, baik pemerintah provinsi Sultra maupun pemerintah Kota Kendari. Tidak sedikit tenaga, pikiran, dan materi yang dikorbankan untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat di tengah pandemi Covid-19.

“Kita mestinya menghargai pemerintah yang selama ini sudah susah payah bekerja. Selain itu, kita juga harusnya memberikan contoh kepada masyarakat untuk patuh terhadap protokol kesehatan dengan tidak membuat acara yang memicu terjadinya kerumunan”

“Terutama bapak Presiden, mohon maaf, mestinya beliau tetap konsisten dalam memastikan bahwa kampanye memutus rantai penyebaran Covid-19 terus dilakukan di semua daerah. Artinya, ketika misalnya bapak Presiden turut hadir dalam Munas Kadin maka kita tidak tau bagaimana penilaian masyarakat,” katanya.

Menurut Fajar, Munas Kadin akan dihadiri oleh pengurus-pengurus Kadin dari berbagai daerah, baik dari daerah yang statusnya zona merah maupun zona hijau kasus Covid-19. Apalagi kasus Covid-19 di Kota Kendari menunjukkan peningkatan.

“Ini mestinya menjadi perhatian serius bagi kita semua,” ujar Fajar.

Mantan Ketua MPM Universitas Haluoleo ini menyarankan agar sebaiknya Munas Kadin ditunda untuk sementara waktu. Itu sejalan dengan keinginan pengurus Kadin beberapa provinsi yang meminta Munas Kadin ditunda atau dibatalkan.

Baca:   Perayaan HPS ke-39 di Kendari, Kementan Kampanyekan Family Farming

Fajar malah menyarankan agar Munas Kadin dapat dilaksanakan secara virtual via zoom.

“Saya kira, itu (Munas secara virtual) akan lebih efektif, lagi pula tidak mengurangi substansi dari Munas itu sendiri,” sarannya.

Namun demikian, kata Fajar, jika pada akhirnya panitia tetap memaksakan diri untuk melaksanakan Munas dengan menghadirkan banyak orang maka Satgas Covid-19 harus siap mengantisipasi segala kemungkinan yang akan terjadi.

“Kita tidak minta-minta terjadi sesuatu, kita tetap doakan semoga Munas Kadin berjalan lancar jika tetap ngotot diselenggarakan sesuai rencana awal. Tapi, Satgas Covid-19 harus siapkan segala infrastruktur penanganan Covid-19, mulai dari ruang isolasi yang memadai, serta Ambulans, disamping penerapan protokol kesehatan secara ketat,” pungkasnya. (C)

Laporan: Riswan

  • Bagikan