PHRI Sultra Bahas Kenyamanan Tamu Hotel, Hugua Cetuskan Ide Penting

  • Bagikan
Ketua PHRI Sultra, Hugua bersama pengurus saat acara makan siang bersama. (Foto: Gugus Suryaman/SULTRAKINI.COM)

SULTRAKINI.COM: KENDARI – Badan Pengurus Daerah (BPD) Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Provinsi Sulawesi Tenggara mengadakan silaturahim pasca lebaran di Kampung Empang Kendari, Selasa (26/6/2018). Dalam acara yang dikemas dalam bentuk jamuan makan siang bersama itu, sejumlah problematika hotel dan restoran serta pariwisata Sultra dibahas, terutama soal kenyamanan tamu hotel.

Salah satu persoalan yang mencuat adalah adanya pelaku tindak kriminal dan asusila yang memanfaatkan layanan hotel. Selain itu, tindakan preventif yang dilakukan oknum aparat keamanan yang kadang cenderung represif. Hal ini kadang membuat tamu hotel tidak nyaman, sehingga berdampak pada kondisi psikologis tamu yang datang.

“Itu ada MoU antara BPP PHRI di pusat dengan Polri. Seharusnya ini menjadi konsern kita dengan pihak aparat keamanan bagaimana melakukan tindakan preventif tapi tidak membuat tamu merasa tidak nyaman,” kata Ketua Badan Kehormatan PHRI Sultra Hendra Sukarno saat diskusi dipimpin Ketua PHRI Ir. Hugua, Selasa (26/6/2018) siang.

Salah satu pengurus PHRI Sultra yang juga owner Hotel Klasik, La Ode Umar Bonte, memberi saran pada para General Manager Hotel dan pemilik restoran, untuk tidak sembarang memberi rekaman CCTV kepada siapapun yang meminta. Kecuali ada surat resmi dari penegak hukum atau perminaan pengadilan.

Baca:   Sky Lounge, Rasakan Sensasi Japanese Resto di Ketinggian
Ketua PHRI Sultra, Hugua bersama pengurus saat acara makan siang bersama. (Foto: Gugus Suryaman/SULTRAKINI.COM)
ibu alimazi

“Bayangkan kalau semua orang bebas langsung datang meminta rekaman CCTV di hotel, privasi tamu kita tidak akan terjaga,” kata Umar Bonte yang juga anggota DPRD Kota Kendari.

Salah satu GM hotel di Kendari, Bambang, menuturkan pengalaman saat adanya penggerebekan di hotelnya. Saat itu, ada aparat yang datang menggerebek kamar sewaan oknum aparat yang diduga berselingkuh. Saat penggerebekan itu, ada oknum yang sempat mengancam menggunakan pistol. Sehingga membuat pihak karyawan hotel ketakutan.

Ketua PHRI Sultra, Hugua, lantas mencetuskan ide diadakan seminar atau semacam focus group discussion (FGD), untuk membahas persoalan bersama yang dihadapi para pengelola hotel dan restoran di Sultra. Kemudian dibicarakan solusi atas semua masalah yang ditemukan agar Sultra terasa lebih kondusif dan nyaman sehingga roda perekonomian berjalan lancar.

“Saya kira ini penting, harus segera diadakan pertemuan khusus membahas persoalan-persoalan hotel ini, agar kita semua nyaman berusaha,” kata calon Wakil Gubernur Sultra nomor urut 2 ini, sambil berpesan ikut mensukseskan Pilkada Serentak 27 Juni 2018.

Editor: Gugus Suryaman

  • Bagikan