Tenaga Puskesmas di Kendari Praktik Mengelola Sikda Genetik

  • Bagikan
Pembukaan bimbingan pengelola Sikda Generik terhadap petugas Puskesmas tingkat Kota Kendari, Senin (28/1/2019). (Foto: Hasrul Tamrin/SULTRAKINI.COM)
Pembukaan bimbingan pengelola Sikda Generik terhadap petugas Puskesmas tingkat Kota Kendari, Senin (28/1/2019). (Foto: Hasrul Tamrin/SULTRAKINI.COM)

SULTRAKINI.COM: KENDARIPemerintah Kota Kendari melalui Dinas Kesehatan, meningkatkan penyempurnaan pencatatan dan pelaporan di puskesmas secara elektronik. Peningkatan itu melalui bimbingan tenaga teknis setiap puskesmas agar mahir mengelola aplikasi Sikda Genetik.

Total 63 orang utusan puskesmas di Kota Kendari, mengikuti bimbingan mengelola aplikasi Sikda Genetik di Fortune Frontone Hotel Kendari pada 28-31 Januari 2019. Direktorat Pusat Data dan Informasi RI secara langsung memberikan materi praktik pengenalan aplikasi tersebut.

Kepala Dinas Kesehatan Kota kendari, Rahminingrum, mengatakan adanya pengelola data dan informasi Sikda Genetik meringankan pelaporan setiap puskesmas serta lebih efektif dan efisien.

“Ini juga lebih mempersingkat waktu tunggu pasien, mempermudah petugas melayani pasien, dan memudahkan pelaporan dan evaluasi penggunaan obat. Catatan kesehatan nantinya bisa dibuka di android,” terang Rahminingrum, Senin (28/1/2019).

Aplikasi Sikda Genetik rupanya terkoneksi dengan BPJS Kesehatan pasien dari puskesmas rujukan nonspesialistik, sehingga pasien bisa langsung dirujuk ke rumah sakit sesuai diagnosanya.

Manfaat besar lain dari aplikasi, yakni menunjang perbaikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat kerena aplikasi ini teraktivasi di kota-kota besar di Indonesia.

“Saya berharap (pelayanan) akan jauh lebih baik dibanding layanan yang ada saat ini,” tambahnya.

Wali Kota Kendari, Sulkarnain, menerangkan langkah tersebut bagian dari wujud menjadikan Kota Kendari layak huni berbasis ekologi, informasi, dan teknologi.

Baca:   Sempat Ditolak, Perpres BOP Wakatobi akan Diteken Presiden

Bimbingan pengelolaan sistem informasi kesehatan daerah merupakan sebuah usaha mempercepat digitalisasi di bidang kesehatan untuk mempermudah pelayanan kepada masyarakat di era globalisasi dan teknologi saat ini.

“Perlu mengubah sebuah kebiasaan, tapi itu tidaklah mudah, yakinlah bahwa apa yang sedang diupayakan dan lakukan saat ini untuk peningkatan kapasitas kompetensi dan pelayanan kepada masyarakat,” ucap Sulkarnain.

“Insya Allah ini nantinya jauh lebih efisien, karena akan memiliki data yang lebih valid dan informasi up to date. Mari kita hadirkan rasa tanggung jawab itu, seluruh kelebihan yang kita korbankan Insya Allah bernilai pahala,” sambungnya.

Laporan: Hasrul Tamrin
Editor: Sarini Ido

  • Bagikan