Tim PKM UHO Yakinkan Kelompok Dasa Wisma untuk Berwirausaha Hidroponik

  • Bagikan
Prof. Dr. Azhar Bafadal mengamati tanaman hasil hidroponik bersama warga.

SULTRAKINI.COM: Tim Program Kemitraan Masyarakat (PKM) Lembaga Penelitian dan Pengadian Kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Halu Oleo berhasil berhasil meyakinkan kelompok dasawisma untuk mau berwirausaha hidroponik melalui pelatihan dan bimbingan teknis budidaya hidroponik. 

Tim diketuai  Prof. Dr. Azhar Bafadal dengan anggota Prof. Dr. Teguh Wijayanto, Dr. Sitti Aida A. Taridala dan Hadi Sudarmo, SP, M.Si, sedangkan peserta kegiatan PKM adalah kelompok dasawisma Rambutan yang beranggotakan 20 orang dan berada di Desa Alebo Kecamatan Konda Kabupaten Konawe Selatan, berlangsung bulan Juni-Oktober 2021.

Peserta pelatihan dibagi lima sub kelompok dengan maksud agar proses transfer ilmu dan pengetahun dapat lebih efektif dan nantinya kelima sub kelompok ini bertanggug jawab terhadap instalasi dan tanaman hidroponiknya masing-masing. Pelatihan teknik budidaya dilaksanakan di balai Desa Alebo.

Pemateri pelatihan berasal dari tim PKM dan pelaku wirausaha hidroponik Kelompok Tekbek.  Materi pelatihan terdiri atas menumbuhkan jiwa wirausaha hidroponik oleh Prof Dr. Ir. Azhar Bafadal, M.Si, Budidaya tanaman secara hidroponik (Prof. Teguh Wijayanto, M.Sc., Ph.D.), Ayo Berhidroponik: Teknik dan usaha hidroponik yang menjanjikan, oleh Zohorman (Ketua Perhimpunan Hidroponik Indonesia, Wilayah Sulawesi Tenggara/Ketua Hidroponik Tekbek), Membuka Jalur Pemasaran Produk Hidroponik (Dr. Sitti Aida A. Taridala), Teknik pemanfaatan teknologi informasi untuk pemasaran hidroponik (Hadi Sudarmo, SP, M.Si.)

Baca:   FGD Polres Konsel: Menangkal Paham Radikalisme, Intoleransi, dan Anti Pancasila

Setelah memperoleh materi di kelas maka peserta pelatihan melakukan kunjungan pembelajaran ke usaha hidroponik Tekbek yang berada di Kecamatan Baruga Kota Kendari.  Kunjungan ini dimaksudkan agar peserta pelatihan dapat melihat langsung pertanaman hidroponik sehingga dapat menimbulkan motivasi untuk memulai menaman dan berwirausaha hidroponik.

Peserta pelatihan membuat dan merakit instalasi hidroponik yang berjumlah lima unit dengan bantuan dari suami para ibu-ibu kelompok dasawisma di bawah bimbingan Tim PKM.  Bahan pembuatan hidroponik berasal dari pipa paralon, dengan dudukan penyangga dari baja ringan yang kesemua bahan tersebut disediakan oleh Tim PKM.

Kegiatan persemaian hidroponik dilakukan pada hari pertama setelah pelatihan di kelas, yakni pada sore hari.  Benih yang disemai adalah untuk tanaman pakchoy dan slada.  Selain benih tanaman, bahan utama yang dipergunakan adalah rockwool sebagai media semai. Setiap benih disemai pada masing-masing lubang rockwood yang berukuran sekitar 2 x 2 cm. Proses persemaian ini memakan waktu selama empat belas hari untuk kemudian dipindahkan ke instalasi hidroponik.

Peserta pelatihan memperoleh pula bimbingan teknis cara pembuatan nutrisi dari bahan serbuk menjadi suatu larutan.  Nutrisi adalah sumber makanan untuk tanaman hidroponik sehingga perlakuan nutrisi terhadap tanaman menjadi hal penting agar kelak tanaman dapat tumbuh subur sesuai harapan. Ketika umur persemaian telah mencapai empat belas hari maka dilakukan pemindahan tanaman ke instalasi hidroponik yang telah dibuat sebelumnya.  Setiap bibit tanaman yang berada di rockwool dipindahkan secara langsung ke net pot yang telah disiapkan dan kemudian ditempatkan pada lubang pipa paralon yang didalamnya mengalir larutan nutrisi. 

Baca:   Operasi Keselamatan di Konsel, Polisi Tegur 106 Pengendara

Pemanenan dilakukan pada usia tanaman 30 hari untuk tanaman pakchoy, dan tanaman slada pada umur 40 hari.   Kondisi tanaman hasil panen dapat dikatakan baik dan diperkirakan mencapai hasil 75% dari potensi yang dapat dicapai.   Hasil yang baik ini diharapkan dapat diteruskan pada penanaman berikutnya. 

Tim telah memberikan saran agar dilakukan penanaman kedua kalinya dengan merubah posisi atau lokasi instalasi untuk mendapat sinar matahari yang lebih memadai.  Selain itu, peserta pelatihan harus memperhatikan dengan baik nilai ppm nutrisi sehingga tanaman memperoleh suplai makanan yang sesuai untuk merangsang pertumbuhannya.  Hasil evaluasi menunjukkan bahwa para peserta merasa puas mengikuti kegiatan ini karena menambah pengetahuan dan keterampilan berusaha hidroponik. 

Keinginan besar peserta pelatihan untuk melanjutkannya menjadi suatu usaha hidroponik sehingga dapat menambah pendapatan keluarga, namun masih terbentur dengan investasi   perangkat instalasi hidroponiknya.  Namun demikian, sebagian besar peserta menyatakan bahwa jika sudah memiliki dana yang cukup maka akan mencoba memulai berusaha hidroponik.

Untuk menjamin keberlanjutan program PKM maka pada acara penutupan kegiatan PKM dilakukan penandatangan berita acara penyerahan lima unit perangkat instalasi hidroponik hasil dari kegiatan PKM ini kepada Kelompok dasawisma Rambutan.  Selain itu diadakan pula penandatanganan nota kesepahaman antara Kelompok dasawisma Rambutan dengan Usaha Hidroponik Tekbek. Isi nota kesepahaman tersebut dimana Usaha Hidroponik Tekbek bersedia memberikan bimbingan teknis dalam usaha budidaya hidroponik dan menjadi bapak asuh atas pengembangan usaha hidroponik Kelompok dasawisma Rambutan.

Baca:   2018, UMK Menerima Mahasiswa Baru dari 'Negeri Gajah Putih'

Laporan: Shen Keanu | Sumber Press Release

  • Bagikan