PKM UHO Gratiskan Paten Horinet untuk Petani Rumput Laut Desa Bungin Permai

  • Bagikan
Petani rumput laut foto bersama tim PKM UHO di depan horinet. Foto: IST

SULTRAKINI.COM: Petani rumput laut di Desa Bungin Permai, Kecamatan Tinanggea, Kabupaten Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara resah karena serangan hama berupa ikan boronang (Siganus sp.) dan penyu pada rumput laut yang mereka budidayakan.

“Serangan hama ikan ini benar-benar dapat menurunkan produksi hingga 60-70 % dari total produksi sekali panen masyarakat,” ujar guru besar Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Halu Oleo di Kendari, kepada SultraKini.com, Rabu (3 Agustus 2022). 

Selain hama ikan, masalah lain yang dihadapi adalah maraknya penyakit ice-ice dan penempelan berbagai organisme seperti epiphyte. Padahal di sisi lain, harga rumput laut sekarang sedang tinggi, mencapai hingga Rp.40.000/Kg kering.           

Melihat persoalan yang meresahkan masyarakat tersebut, sejumlah dosen dibantu beberapa mahasiswa S2 dan S1 Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Halu Oleo melatih masyarakat yang melakukan usaha budidaya rumput laut di sana untuk menggunakan Horisontal Net (Horinet), suatu inovasi baru dalam budidaya rumput laut. 

“Penggunaan Inovasi ini adalah upaya optimal untuk dapat menghindari berbagai serangan hama ikan herbivora dan potensi kemunculan penyakit ice-ice. Alat ini telah petenkan dengan nama HoriNet,” kata Ma’ruf lagi.

Jaring Horisontal sebagai ciptaan Ma’ruf telah dipatenkan dengan nomor 00201703283. Horinet merupakan solusi terbaik untuk dapat menghindarkan rumput laut dari berbagai serangan hama ikan herbivora (Siganus sp alias ikan boronang).

Baca:   40 Humas PTMA Ikuti Pelatihan Pengelolaan Manajemen Kampus

Teknologi ini dibuat dari pipa paralon kecil yang membetuk kantung persegi empat memanjang kepermukaan secara horizontal dan menjorok pada kedalaman secara vertikal.

Alat digantungkan pada pipa paralon besar 3/4 inchi berbentuk persegi empat sehingga terlihat pipa paralon yang tersusun rapi di atas permukaan air. Pipa paralon tersebut berbentuk persegi empat yang mengapung di permukaan air. Horisontal Net dapat memproduksi rumput laut lebih banyak dari longline karena alat ini mampu melindungi rumput laut dari berbagai serangan hama ikan dan penyu. 

Rumput laut di letakkan ke dalam kantung-kantung jaring dan menunggu hingga 25-30 hari untuk dipanen. 

Kapasitas satu alat Horisontal Net dapat menampung bibit 20 kg basah rumput laut, sama dengan kapasistas longline dengan panjang 100 m. dalam kurun waktu 25-30 hari berat rumput laut akan meningkat sampai dengan 80-100 kg basah. Pertumbuhan ini cukup signifikan di bandingkan dengan longline. 

Selain dapat meningkatkan produksi, alat ini akan dapat menjadikan daerah budidaya bersih dan tanpa adanya sampah plastik. 

Disamping itu daerah budidaya akan terlihat lebih indah dan rapi dengan petak-petak pipa paralon yang berjajar. Penataan alat yang rapih dan tersusun indah dipermukaan perairan laut dengan pantai akan menjadi pemandangan yang baik.

Baca:   Lima Komoditas Unggulan Sultra Genjot Perekonomian Daerah

“Kami berharap pada masyarakat Desa Bungin Permai dapat mengembangkan  inovasi Horosontal Net agar dapat meningkatkan produksi rumput laut. Terlebih pada saat harga rumput laut meningkat senggia ikut meningkatkan penghasilan yang signifikan dan akhirnya dapat mensejahterakan masyarakat pembudidaya rumput laut,” harap Ma’ruf.

Dijelaskan, inovasi ini cukup murah dan dapat di desain sendiri olerh masyarakat.

“Saya punya paten tetapi saya bebaskan masyarakat untuk menggunakan inovasi kami.  Memberikan Hal yang berguna untuk kesejahteraan masyarakat pesisir adalah bakti rill yang dapat kami persembahkan untuk almamater tercinta UHO dan juga untuk daerah Sulawesi Tenggara,” ujarnya.

Kegiatan pelatihan bagi masyarakat Desa Bungin Permai tersebut dikemas dalam Program Kemitraan Masyarakat  (PKM) yang diketua oleh Prof Ma’ruf Kasim, dengan anggota Dr La Baco Sudia, dan Asis Bujang, MSi,  serta 6 orang mahasiswa S2  dan S1, pada tanggal 30 Juli 2022.

Kegiatan ini disupport penuh oleh pendanaan dari Kementrian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi dan difasilitasi oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Halu Oleo.

“Ini adalah program pengabdian kami sebagai Dosen UHO yang mendapatkan skema pendanaan PKM- Kelompok Pembudidaya Rumput Laut dalam Implementasi Horizontal Net Menuju  Desa Mandiri Bibit di Bungin Permai, Sulawesi Tenggara. Tujuan kami adalah agar masyarakat dapat menghasilkan bibit rumput laut yang benar-benar terjaga dari berbagai persoalan diantaranya serangan hama ikan dan penyu serat penyakit ice-ice,” tutup Ma’ruf Kasim.

Baca:   Gempa Susulan di Lombok Buat Tim Medis UHO Waspada

Laporan: Shen Keanu (Sumber: Rilis dari Tim PKM LPPM UHO)

  • Bagikan