Warga Kecewa ke Pemprov, Akhirnya Blokade Jalan Penghubung Andoolo-Tinanggea

  • Bagikan

SULTRAKINI.COM: KONAWE SELATAN – Ruas jalan penghubung Andoolo- Tinanggea, tepatnya di Kelurahan Ngapaaha, Kecamatan Tinanggea Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), Sulawesi Tenggara diblokade warga dengan cara menumpukan material batu gunungdi tengah jalan.

Aksi blokade jalan itu dilakukan oleh warga Kelurahan Ngapaaha sebagai bentuk kritikan sekaligus protes terhadap Pemerintah PovinsibSultra yang tidak kunjung merealisasi janji untuk melakukan perbaikan jalan di jalur itu.

Selain itu, jalan Desa Lalowatu dan Lalonggasu, Kecamatan Tinangggea juga ditanami pohon pisang oleh masyarakat pada Kamis, 1 April 2021. Penyebab dan tuntutannya juga sama, menagih realisasi pengaspalan yang dijanjikan Pemprov Sultra.

“Aksi blokade jalan itu dilakukan sebagai bentuk kekecewaan masyarakat terhadap Pemprov Sultra yang tidak konsisten merealisasikan janji perbaikan jalan,” terang Sekretaris Camat Tinanggea, Nurwan, Minggu (4/4/2021).

Nirwan memprediksi, blokade tersebut tidak akan dibuka hingga adanya respon dari Pemprov Sultra.

Klik gambar diatas untuk melihat jadwal tes

“Akhir bulan Februari kami sudah duduk bersama. Saya mewakili Pemcam Tinanggea bersama DPRD Provinsi Komisi III bersama Sekwan Provinsi disaksikan Polsek Tinanggea dan pemerintah dua desa dan tokoh pemuda dan tokoh masyarakat membuat perjanjian yang tertuang dalam berita acara bahwa awal Maret akan dilakukan perbaikan jalan. Namun hingga kini masuk bulan April belum juga ada respon Pemprov Sultra,” jelasnya.

Baca:   Kapolsek Tinanggea Meski Beragama Hindu, Rutin Berbagi Takjil

“Saya secara pribadi sebagai warga maupun sebagai pemerintah, yang merasakan jalan rusak itu ketika melintas sehingga apa boleh buat, terpaksa jalan itu harus diblokade oleh masyarakat,” sambungnya.

Sementara itu, seorang warga Desa Lalowatu, Jamil, mengatakan jalan tersebut diblokade sejak pukul 16:10 Wita sehingga jalan hanya bisa dilalui kendaraan roda dua. Sedangkan pengendara roda empat, harus memutar balik kendaraannya mencari akses lain.

“Mobil tidak bisa lewat, motor saja setengah mati, soalnya tumpahan batu itu persis di tengah jembatan,” ujarnya.

Untuk diketahui, jalan yang diblokade tersebut juga menghubungkan antara Kota Kendari dan Kabupaten Bombana. (B)

Laporan: Afdal
Editor: Sarini Ido

  • Bagikan