2020, IAIN Kendari Gagas Kerja Sama dengan Eropa

SULTRAKINI.COM: KENDARI – Kantor Urusan Internasional IAIN Kendari menggagas kerja sama di wilayah Eropa pada 2020. Apalagi pihak KUI IAIN telah menjalin komunikasi intensif dengan pihak pemerintah Jerman dalam rangka menyusun agenda pelaksanaan Senior Experten Service (SES).

Direktur KUI Abdul Halim, M.TESOL mengatakan, SES merupakan sebuah program pemerintah Jerman yang bertujuan membantu pengembangan pendidikan di negara berkembang, termasuk Indonesia. Pemerintah Jerman akan mengirimkan ahli ke perguruan tinggi yang akan melakukan pendampingan pada bidang pengajaran, pengabdian masyarakat, dan penjaminan mutu.

“Kita sudah mengajukan proposal untuk kerja sama tersebut, kita diminta menyiapkan fasilitas yang dibutuhkan expert (ahli) selama berada di Indonesia. Selain itu, kita menyiapkan program prioritas sesuai dengan kebutuhan kampus terutama dalam rangka mempercepat peningkatan akreditasi,” jelas Halim, Senin (10/2/2020).

Selain di Eropa, kata Halim, IAIN Kendari tengah menjalankan program kerja sama dengan pemerintah Amerika Serikat sejak 2018. Departemen Luar Negeri AS mengirim dosen tamu yang bertugas selama dua semester untuk melaksanakan kegiatan pengajaran, pengembangan prodi, dan peningkatan kapasitas tenaga pendidik.

Kampus

Berkat program kerja sama ini mahasiswa dan dosen IAIN Kendari telah meraih predikat prestisius pada berbagai konferensi baik di dalam maupun luar negeri. Beberapa mahasiswa juga berhasil lulus pada program beasiswa bergengsi salah satunya beasiswa fulbright.

“Kita sudah mulai merasakan hasilnya, melalui kerja sama ini kualitas dan reputasi akademik mahasiswa maupun dosen terus meningkat. Target kita IAIN Kendari dapat diperhitungkan di kancainternasional,” ucap dosen yang juga menjabat sebagai Ketua Prodi Tadris Bahasa Inggris itu.

Untuk diketahui, program kerja sama internasional pertama kali digagas sejak 2015, antara lain dengan perguruan tinggi di kawasan Asia Tenggara seperti di Malaysia, Singapura, dan Thailand. Sejumlah mahasiswa bahkan mengikuti program Kuliah Kerja Nyata atau KKN Internasional dan Student Mobility Program di tiga negara tersebut.

Laporan: Muh Yusuf
Editor: Sarini Ido

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.