Iklan Clarion

Begini Penjelasan Kapolres Buton Soal Kriminalitas di Buton

SULTRAKINI.COM: BUTON – Secara umum kasus kirminalitas di wilayah hukum Polres Buton yaitu Kabupaten Buton dan Kabupaten Buton Selatan (Busel), Sulawesi Tenggara mengalami penurunan drastis sepanjang 2017. Itu dikarenakan kepolisian setempat gencar memberantas peredaran minuman keras (miras) khususnya pada operasi cipta kondisi yang dilakukan menjelang natal 2017 dan tahun baru 2018 yang menjadi pemicu terjadinya kriminalitas selama ini.

“Secara umum itu kasus kriminalitas di Buton maupun Buton Selatan itu menurun seperti penganiayaan dan KDRT itu menurun semua,” kata Kapolres Buton, AKBP Andi Herman SIK kepada Sultrakini.com melalui sambungan telepon, Minggu (31/12/2017) sekitar pukul 07.40 Wita.

Diungkapkan, kasus miras pada tahun ini sebanyak 138 kasus, lebih banyak dari tahun 2016. Meningkatnya kasus miras tersebut karena di 2017 pihaknya banyak memproses kasus miras, mulai dari pengedar hingga pembuat barang haram itu dilakukan tindakan tegas khususnya pembuat miras tradisional seperti arak dan konau.

Baca Juga

“Tahun ini itukan banyak kita proses kasus miras, bukan hanya pengedar saja yang kita tindaki tapi pembuat mirasnya juga kita lakukan hal yang sama,” terangnya.

Pria yang memiliki dua bunga dipundaknya itu pada tahun-tahun berikutnya akan terus berupaya memberantas peredaran miras dengan harapan kriminalitas baik di Buton maupun Busel bisa lebih ditekan atau atau dilangkan. Karena diakuinya selama ini penyebab terjadinya kriminaliras dikarenakan pengarus mengkonsumsi miras. Mulai dari penganiayaan, lakalantas tunggal, pengeroyokan, serta pembunuhan dan kriminalitas lainnya itu terjadi karena pengaruh alkohol.

“Yang pasti kita akan terus lakukan pemberantas miras, sehingga kedepan kriminalitas yang selama ini disebabkan miras seperti penganiayaan, pengeroyokan dan lakalantas tunggal itu terjadi karena miras,” jelas Andi Herman.

Laporan: La Ode Ali

Komentar
Loading...